You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Tag: turki
Sempat diisukan menangani AC Milan, Frank Rijkaard justru diumumkan sebagai pelatih baru klub raksasa Turki, Galatasaray, menggantikan Bulent Korkmaz.
(Foto: uefa.com) ISTANBUL - Besiktas memastikan gelar juara Liga Turki untuk yang ke-11 kalinya, Sabtu (30/5) kemarin, setelah mencatat kemenangan 2-1 atas Denizlispor. Kemenangan pertama sejak 2002/03 ini melengkapi trofi Piala Turki yang sudah direbut sebelumnya.
Jerman menggunakan senjata pamungkas yang biasa dilakukan Turki; menjadi tim yang terakhir mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Pada partai semifinal di St Jakob Park, Basel, Kamis dini hari, Philipp Lahm mencetak gol di menit ke-90. Gol ini memenangkan Jerman 3-2 sekaligus memberikan tiket ke partai puncak.
(Laurence Griffiths/Getty Images) (Darko Bandic/AP) Turki boleh jadi unggul dari Jerman soal semangat pantang menyerah. Tapi Jerman akan memenangkan partai semifinal di Basel, Kamis dini hari nanti. Alasannya? Jerman punya kiper yang lebih baik di bawah mistar. Setidaknya itulah pendapat pelatih kiper Jerman, Andreas Kopke.
(Damien Meyer/AFP/Getty Images) Jerman selama ini kerap mendapat julukan sebagai tim diesel; lambat panas tapi selalu stabil dan berujung pada kemenangan. Tapi julukan yang sama juga pantas disematkan pada Turki; tak kenal menyerah, berjuang terus sampai menit terakhir. Nah, keduanya bertemu di semifinal, Kamis dini hari. Siapa menang?
Kenapa harus capek-capek dan buang-buang waktu? Bermainlah seperti Turki. Menangkan pertandingan di menit-menit terakhir. Gol di masa injury time ketika mengalahkan Swiss 1-0, kemudian tiga gol dalam 15 menit untuk mengejar defisit 2-0 saat melawan Republik Cek dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3-2.
Kroasia tampil diperempat final, melawan Turki, sebagai favorit. Namun pelatih Slaven Bilic khawatir dengan penampilan tak kenal menyerah Turki yang dijuluki The Comeback Kings. Turki selalu bisa memenangkan pertandingan di menit-menit terakhir. Hal yang tentunya menunjukkan semangat tak kenal menyerah.
(STF/AFP/Getty Images) Kini sudah waktunya berhenti bicara Kroasia sebagai kuda hitam. Kroasia sudah sepantasnya tampil di perempat final menghadapi Turki di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria, Sabtu dini hari nanti. Dan bukan tak mungkin mereka melangkah lebih jauh.
Peter Cech diakui sebagai salah satu kiper top dunia. Namun penampilan kiper Republik Cek itu berbeda saat menghadapi Turki. Kiper yang memperkuat Chelsea itu membuat blunder sehingga Republik Cek kalah 2-3 dan gagal ke perempat final.
(John MacDougall/AFP/Getty Images) Ini patut ditiru. Yang namanya pendidikan lakoni dimanapun, tak perduli dalam situasi apapun. Di tengah-tengah persiapan melakoni laga penting melawan Republik Cek, Senin dini hari, tiga pemain Turki sempat-sempatnya mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja