You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Portugal Vs Bosnia: Hidup-Mati Portugal

Menyerang adalah pertahanan terbaik. Tapi bagaimana jika kemampuan menyerang justru tak bagus? Fakta itulah yang dihadapi Portugal saat menjamu Bosnia Herzegovina pada leg pertama playoff Eropa, Sabtu (14/11) malam.
Selama babak kualifikasi Grup 1, Portugal hanya sanggup mengemas 17 gol di 10 pertandingan. Tambah lagi kali ini mereka harus tampil tanpa Cristiano Ronaldo. Winger Real Madrid itu terpaksa absen karena cedera.
Sementara lawannya, Bosnia adalah tim yang cukup produktif selama bertarung di Grup 5. Anak asuh Miroslav Blazevic itu mengemas 25 gol atau hanya terpaut tiga gol dari pimpinan grup Spanyol.
Tak pelak pelatih Portugal, Carlos Queiroz, menggambarkan pertandingan di Estádio Dr. Magalhães Pessoa ini sebagai partai hidup mati. “Kami akan menghadapi tim yang permainannya enak ditonton. Bosnia-Herzegovina sangat kuat di pertandingan dan mereka punya tiga pemain yang bisa mengkreasikan gol,” katanya.
Setidaknya penampilan Brasil-nya Eropa itu tengah naik. Mereka memenangkan tiga partai terakhir kualifikasi. Kelebihan Portugal dibandingkan Bosnia adalah di lini belakang. Di kualifikasi mereka hanya kemasukan lima gol sedangkan Bosnia 13 gol.
Inilah yang membuat Queiroz sedikit percaya diri. “Secara teori, tugas kami adalah menang. Kami adalah kandidat serius untuk tampil di Piala Dunia,” tambah eks-pelatih Real Madrid itu.
Ketatnya pertahanan Portugal akan diuji ketajaman Edin Dzeko. Striker yang mengantar Wolfsburg menjadi juara Bundesliga Jerman musim lalu itu mengemas sembilan gol selama babak kualifikasi. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan top skorer Portugal, Simao, yang mencetak lima gol.
Rekan satu tim Dzeko, Zvejzdan Misimovic, merupakan pengatur serangan di lini tengah. Pemain PAOK, Zlatan Muslimovic, juga harus diwaspadai karena striker tajam. Sedangkan pemain Olympique Lyon, Miralem Pjanic, adalah spesialis tendangan bebas.
Pelatih Bosnia, Miroslav Blazevic, mengaku Portugal lebih favorit. Menurut pelatih yang mengantar Kroasia lolos sampai semifinal Piala Dunia 1998 itu, anak asuhnya harus tampil ekstra.
“Saya tak pernah khawatir seperti ini karena inilah tes terbesar dalam karier saya. Kami butuh penampilan super spesial di dua pertandingan untuk menyingkirkan Portugal,” kata pelatih 74 tahun itu.
PERKIRAAN PEMAIN
Portugal: Eduardo; Miguel, Ricardo Carvalho, Bruno Alves, Duda; Pepe, Deco, Raul Meireles; Nani, Simao Sabrosa, Liedson.
Bosnia: Kenan Hasagic; Emir Spahic, Sanel Jahic, Boris Pandza, Safet Nadarevic; Elvir Rahimic, Zvjezdan Misimovic, Sejad Salihovic, Miralem Pjanic; Edin Dzeko, Vedad Ibisevic.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.