You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Menghilangkan Kutukan

Euro 2008 memang sudah ditakdirkan menjadi milik Spanyol. Tak percaya? Lihat saja Trofi Henry Delaunay yang sudah diikat pita merah-kuning (sama seperti bendera Spanyol).
Tapi yang jelas dengan merebut gelar juara, Spanyol menghilangkan banyak kutukan.
Spanyol selalu dinasbihkan sebagai salah satu tim terbaik dunia, selalu jadi tim favorit di tiap kejuaraan yang diikutinya, melahirkan banyak pemain top, plus kompetisi nomor satu Eropa. Tapi entah kenapa prestasi El Matador hanyalah juara Piala Eropa 1964, 44 tahun lalu.
Ternyata La Furia Roja (Si merah yang mengerikan) punya banyak “kutukan”.
Pertama mereka selalu kalah adu penalti, di babak perempat final, yang dilangsungkan pada tanggal 22.
Kutukan ini mereka hapus ketika menyingkirkan Italia di babak perempat final. Meski harus melakoni adu penalti mereka mengalahkan sang juara dunia 4-2 (0-0).
Kemudian ada kutukan lain, yaitu; warna kuning. Di semifinal melawan Rusia, Spanyol bertindak sebagai tim tamu sehingga harus menggunkan kostum tandang berwarna kuning, warna yang dianggap orang Spanyol sebagai warna sial.
“Ini bukan kuning, tapi mustard,” kata pelatih Luis Aragones yang memang terkenal suka dengan hal-hal berbau klenik.
Toh, kutukan ini mereka jawab dengan kemenangan 3-0.
Dan kutukan 44 tahun tak pernah menang mereka jawan dengan menumbangkan juara Eropa tiga kali dan juara dunia tiga kali, Jerman, 1-0 lewat gol tunggal Fernando Torres.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.