You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Matador Lewati Beruang Merah

Spanyol lolos ke final Piala Eropa untuk pertama kali dalam 24 tahun, setelah menundukkan Rusia 3-0 di Ernst Happel Stadium, Jumat dini hari. Kini mereka bersiap menghadapi Jerman pada partai puncak, Senin dini hari besok.
Gol Xavi Hernandez, Daniel Guiza, dan David Silva menunjukkan dominasi Tim Matador. Tercatat mereka menguasai 54% bola dan melakukan 11 kali tendangan ke gawang. Sedangkan Rusia hanya sekali mampu mengancam gawang Iker Casillas.
“Kami lolos ke final, itu yang kami semua inginkan. Tapi tentu saja masih ada satu tim yang (menghalangi kami) di depan yaitu Jerman dan ini akan jadi tantangan besar,” kata pelatih Spanyol, Luis Aragones.
Pertandingan baru berjalan 35 menit, masalah didapatkan Spanyol. David Villa, top skorer sementara dengan empat gol, mengalami cedera paha sehingga ia kemungkinan bakal absen di partai puncak. Beruntung, penggantinya, Cecs Fabregas tampil luar biasa.
Cederanya Villa memaksa Spanyol memadatkan lini tengah dengan lima gelandang. Justru ini kemudian menjadi kunci kemenangan Spanyol. Marcos Senna, Andres Iniesta, Xavi, David Silva, dan Fabregas membuat lini tengah Rusia yang dipimpin Andrei Arshavin mati kutu.
Gol pertama Spanyol tercipta di menit ke-50 ketika Xavi yang maju ke depan memberikan umpan pada Andres Iniesta di sisi kiri gawnag Rusia. Ia kemudian berlari ke tengah kotak penalti dan menyambar crossing kembalian Iniesta tanpa sanggup dibendung kiper Igor Akinfeyev. 1-0.
Memasuki menit ke-69, pelatih Luis Aragones memasukkan Xabi Alonso menggantikan Xavi dan Fernando Torres digantikan Daniel Guiza. Taktik Aragones ini membuahkan hasil. Hanya empat menit kemudian, Guiza mencetak gol kedua Spanyol setelah menyelesaikan umpan manis Fabregas.
Gol inilah yang meruntuhkan semangat pemain-pemaian Rusia. Fabregas, yang selalu dimainkan sebagai pemain pengganti di 30 menit terakhir kecuali saat bertemu Yunani, kembali jadi inspirator terciptanya gol ketiga. Umpan datar pemain Arsenal ini sukses diselesaikan Silva. 3-0.
Rusia, yang kalah 1-4 dari Spanyol di pertandingan grup, berusaha bangkit. Namun Andrei Arshavin tak bisa berbuat banyak menghadapi lini tengah Spanyol sehingga tak banyak memberikan suplai bola pada striker Roman Pavlyuchenko. Kekalahan ini diterima pelatih Rusia, Guus Hiddink.
“Kami kalah dari tim yang sangat bagus, Spanyol memang pantas memenangkan pertandingan ini,” tambah pelatih asal Belanda tersebut.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak pernah kalah Spanyol menjadi 21 kali. Jika bisa mengalahkan Jerman di final, maka inilah gelar kedua Spanyol setelah 1964 dan kalah dari Prancis pada 1984. Lawannya di final, Jerman, yang lolos setelah mengalahkan Turki 3-2, bertekad merebut gelar Eropa mereka yang keempat.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.