← Back to main page

Euro 2008: Persembahan Opa Aragones

Spanyol memang masih dua langkah lagi untuk bisa merebut gelar juara Euro 2008. Tapi pelatih Luis “Opa” Aragones sudah mencatatkan banyak sejarah bersama Tim Matador.

Spanyol, tim yang selalu jadi favorit, tapi hanya sekali merasakan gelar juara yaitu Piala Eropa 1964, ketika menjadi tuan rumah.

Kini harapan tinggi dibebankan pada Aragones. Spanyol sudah memastikan lolos dari hadangan Italia yang dikalahkan lewat adu penalti 4-2 (0-0) di perempat final.

Banyak sejarah penting yang ditorehkan Sang Opa. Pelatih 69 tahun, tertua diantara semua tim finalis Euro 2008, Spanyol mencatat kemenangan pertama atas Italia sejak Olimpiade 1920. Ini juga babak semifinal pertama mereka sejak Piala Eropa 1984.

“Saya hanya melakukan tugas saya sebagai pelatih,” kata Aragones. “Saya di sini untuk menang. Ini penting buat Spanyol. Tapi saya takkan despresi karena kalah atau melonjak karena gembira.”

Sejak ditangani Aragones tahun 2004 lalu, Spanyol jadi kekuatan baru. Kemenangan dari Italia membuat Spanyol mecatat 10 kemenangan beruntun atau total tak terkalahkan di 20 pertandingan.

“Saya gembira, untuk negara saya, untuk pemain saya, dan untuk saya sendiri. Kami lolos dan ada satu undakan kecil lagi yang harus kami lalui sebelum final,” katanya.

Undakan kecil yang dimaksud Aragones adalah partai semifinal menghadapi Rusia, Kamis dini hari nanti. Rusia secara mengejutkan menyingkirkan favorit Belanda 3-1.

Mengenai calon lawannya, yang dikalahkan 4-1 di babak grup, Aragones mengatakan Rusia tengah menunjukkan peningkatan. Ia mengatakan takkan merubah skuadnya meski ia mengakui pertandingan kali ini tidak akan sama dengan pertemuan mereka sebelumnya.

“Mereka tim yang bagus dengan penyerang-penyerang berbahaya. Kenapa kami harus bertemu mereka lagi? Tim saya ingin ke final, dan untuk mencapai final apapun bisa terjadi,” katanya.

Aragones akan mundur seusai Euro. Semoga ini persembahan manis terakhir dari Opa untuk Spanyol.

Usia pelatih tim-tim Euro 2008

  • 69 - Luis Aragones; Spanyol; 28 Juli 1938
  • 69 - Otto Rehhagel; Yunani; 9 Agustus 1938
  • 68 - Karel Brueckner; Republik Cek; 13 November 1939
  • 65 - Leo Beenhakker; Polandia; 2 Agustus 1942
  • 64 - Koebi Kuhn; Swiss; 12 Oktober 1943
  • 61 - Guus Hiddink; Rusia; 8 November 1946
  • 60 - Josef Hickersberger; Austria; 27 April 1948
  • 59 - Lars Lagerback; Swedia; 16 Juli 1948
  • 59 - Luiz Felipe Scolari; Portugal; 9 November 1948
  • 56 - Raymond Domenech; Prancis; 24 Januari 1952
  • 54 - Fatih Terim; Turki; 4 September 1953
  • 52 - Victor Piturca; Rumania; 8 Mei 956
  • 48 - Joachim Loew; Jerman; 3 Februari 1960
  • 44 - Roberto Donadoni; Italia; 9 September 1963
  • 43 - Marco van Basten; Belanda; 31 Oktober 1964
  • 39 - Slaven Bilic; Kroasia; 11 September 1968

Sumber foto

Post a comment

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)