You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Hantu Spanyol di 88 Tahun

(STF/AFP/Getty Images)
Penantang abadi melawan juara. Skuad muda Vs skuad tua. Tim dengan penampilan menggebrak menghadapi tim yang lambat panas.
Dua kontras ini merupakan wajah partai antara Spanyol dan Italia di Stadion Ernst Happel, Wina, Austria, Senin dini hari.
Perbedaan memang mencolok menjadi gambaran kedua tim. Bagi Spanyol, satu-satunya gelar yang pernah diraih Tim Matador itu hanyalah juara Piala Eropa 1964, itupun saat mereka menjadi tuan rumah.
Sementara Italia baru dua tahun lalu merebut Piala Dunia keempatnya.
Satu lagi, Spanyol tak pernah mengalahkan Italia di kompetisi resmi sejak Olimpiade Antwerp Belgia 1920.
Toh, “keungulan” statistik ini berbanding terbalik di Euro 2008.
Kali ini, Spanyol yang meledak. La Furia Roja mencatat tiga kemenangan atas Rusia (4-1), Swedia (2-1), dan Yunani (2-1) dengan total delapan gol.
Italia? Kalah dari Belanda (0-3), hanya sanggup imbang dengan Rumania (1-1), dan menang dari Prancis (2-0) yang bermain dengan sepuluh pemain.
Terakhir kali bertemu, Maret lalu, Spanyol juga mengalahkan Italia 1-0 pada partai uji coba lewat gol David Villa, top skorer sementara Euro 2008 dengan empat gol.
Kemenangan atas Yunani di laga terakhir, membuat Spanyol mencatat sembilan kemenangan beruntun, atau total tak terkalahkan di 19 pertandingan.
Hanya saja, Spanyol punya “kebiasaan buruk” tak pernah lolos dari perempat final. Di Piala Dunia 2006, mereka mencatat tiga kemenangan di putaran grup, tapi kemudian didepak Prancis.
Menghadapi partai di Ernst Happel Stadium, Vienna, ini Italia menghadapi masalah di lini tengah. Andrea Pirlo dan Gennaro ‘Si Badak’ Gattuso terkena skorsing. Posisinya akan digantikan Massimo Ambrosini dan Alberto Aquilani.
Bek Andrea Barzagli absen karena cedera lutut kiri, Kamis kemarin, belum lagi tak adanya kapten Fabio Cannavaro yang cedera sebelum turnamen.
Belum lagi soal mencetak gol. Enam penyerang Italia; Marco Borriello, Antonio Cassano, Antonio Di Natale, Alessandro Del Piero, Fabio Quagliarella, dan Luca Toni–belum satupun yang mencetak gol.
Bek veteran Christian Panucci mencetak gol saat bermain 1-1 dengan Rumania, sedangkan Pirlo dan Daniele De Rossi saat menghadapi Prancis.
Striker utama Azurri, Luca Toni, belum lagi mencetak gol sejak terakhir kali bertemu Portugal pada uji coba Februari lalu.
Sebaliknya, Spanyol tak punya masalah dengan amunisi pemain. Lini depan justru jadi senjata skuad Luis Aragones. Selain empat gol Villa, Fernando Torres, Cesc Fabregas, Ruben de la Red, dan Daniel Guiza masing-masing menyumbangkan satu gol.
Namun Torres mengingatkan rekan-rekannya. “Dengan rekor yang mereka punya, mereka lebih favorit. Mungkin mereka tidak tampil brilian di grup, tapi di Piala Dunia (2006) mereka juga tampil buruk. Ujung-ujungnya mereka tetap juara,” kata Torres.
Akankan Matador menebus rekor buruk 88 tahun? Atau justru memperpanjangnya?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.