You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Magis Guus Hiddink

Tangan Guus Hiddink benar-benar dingin. Jangan mengartikannya secara harfiah.
Pelatih Belanda itu mencatat prestasi hebat dengan selalu meloloskan tim yang diasuhnya dari putaran grup.
Hiddink dikenal mampu mengubah sebuah tim yang awalnya dipandang sebelah mata menjadi kekuatan mengejutkan. Ia pernah mengantarkan Belanda ke semi final Piala Dunia 1998.
Prestasi serupa juga ia berikan kepada tuan rumah Korea Selatan empat tahun kemudian. Pada Piala Dunia 2006, ia membawa Australia masuk ke perempat final.
Hebatnya, di 93 pertandingan bersama empat tim yang ia tangani; Belanda (1994-1998), Korea Selatan (2000-2002), Australia (2005-2006), dan Rusia (2006-sekarang), tercatat sudah 170 gol dibuat.
Nah, terakhir yang ia lolsokan adalah Rusia. Pada partai di Tivoli Neu stadium, Innsbruck, kali ini kehadiran Andrei Asrhavin membuat penampilan Rusia berbeda 180 derajat; tajam, kreatif di lapangan tengah, dan solid di pertahanan.
Tim Berung Merah itu memastikan sebagai tim terakhir yang lolos ke perempat final dengan mengalahkan Swedia 2-0 lewat gol Roman Pavlyuchenko (menit ke-24) dan Andrei Arshavin (50) yang juga terpilih sebagai Man of the Match.
Lawan mereka berikutnya adalah Belanda, juara Grup C, yang kebetulan juga negara asal dan pernah ditangani Hiddink. Pertemuan yang menurut pelatih berusia 61 tahun itu sangat istimewa.
“Kami memainkan sepak bola indah seperti mereka, jadi pertandingan nanti akan sangat menarik,” katanya.
Rusia lolos sebagai runner-up Grup C, nilai 6, mendampingi Spanyol (9) yang menang 1-0 atas Yunani. Swedia hanya berada di posisi tiga (3) disusul Yunani (0).

Sementara itu, Yunani benar-benar menjadi juara bertahan yang harus pulang di putaran grup tanpa sekalipun mencatat kemenangan.
Pada pertandingan terakhir di Wals-Siezenheim Stadium, Salzburg, Yunani takluk oleh matador-matador muda Spanyol 1-2.
Sundulan terarah Angelos Haristeas (menit ke-42) sempat membuka harapan Yunani untuk menang. Tapi Spanyol yang hanya memainkan satu pemain skuad utama, Andres Iniesta, berhasil membalas dua gol.
Ruben de la Red (61) dan Daniel Guiza (88) sama-sama mencetak gol pertama mereka di turnamen ini.
Hasil ini menyempurnakan catatan Spanyol dengan tiga kemenangan. Sekaligus membuat pede pelatih Luis Aragones karena kini mereka 9 kali menang beruntun dan tak terkalahkan di 19 pertandingan sejak November 2006. Modal yang pas untuk bertemu Italia, runner-up Grup C.
“Anda maju dengan cara yang benar, tak perduli siapa lawan Anda, Prancis, Italia atau siapapun. Kami harus menang, titik,” kata Aragones.
Foto Rusia vs Swedia | Yunani vs Spanyol
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.