You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Neraka yang ternyata tidak neraka

Grup Neraka, Grup Terberat, Group of Death… entah apa lagi julukan seram yang dialamatkan pada Grup C di Euro 2008 kali ini. Itu merujuk pada penghuninya: Italia, Prancis, Belanda, dan Rumania.
Jelas sebelum kompetisi bergulir, pakar-pakar banyak yang memprediksikan bakal ada pertarungan ketet di grup ini untuk meraih dua tiket ke perempat final. Toh, julukan seram itu tak terbukti.
Kempat tim di grup ini memang punya segudang prestasi mentereng:
Nah, berdasarkan prestasi dan penampilan terakhir, Italia dan Prancis, dijagokan lolos. Itu lantaran predikatnya sebagai finalis Piala Dunia 2006.
Semua prediksi, analisa, itung-itungan, utak-atik berantakan semua. Justru Belanda yang bisa tampil gemilang, cenderung melenggang mudah.
Pada laga pertama, Italia dikalahkan 3-0. Okelah, banyak yang menyebut itu karena Italia kehilangan sentral bek dan juga kapten Fabio Cannavaro sehingga gampang ditembus. Plus belum produktifnya striker Gli Azzurri.
Dari tiga gol yang diciptakan, tidak ada satu pun yang dihasilkan oleh para penyerang; Cristian Panucci (bek), penalti Andrea Pirlo (gelandang), dan Danielle de Rossi (gelandang).
Tapi, kemudian, Prancis disikat 4-1. Untuk Prancis, ada tiga penyebab. Pertama, karena pemain-pemain mereka sudah uzur. Lilian Thuram, 36 tahun, sudah 143 kali memperkuat Les Blues. Ia bahkan menjadi pemain terbanyak bermain di final Euro yaitu 17 kali.
Kedua, tak adanya sosok pengganti Zinedine Zidane. Playmaker berkepala botak itu memutuskan pensiun seusai Piala Dunia 2006. Penggantinya, Franck Ribery, gagal menggantikan perannya.
Ketiga, buruknya strategi pelatih Raymond Domenech. Begitu Ribery cedera saat bertemu Italia, ia memasukkan Samir Nasri. Pemain muda ini sebenarnya tampil cukup bagus. Tapi begitu Erik Abidal terkena kartu merah, Domenech malah menarik Samri dan digantikan Jean-Alain Boumsong!
Hasil dua kali menang secara meyakinkan membuat orang mulai menghitung ulang Belanda. Ini bukan lagi karena Italia dan Prancis buruk tapi karena memang Belanda yang luar biasa.
Terakhir Tim Oranje melengkapi rekor mereka dengan menundukkan Rumania 2-0. Kebatnya, kemenangan ini didapatkan dengan tim lapis kedua. Kedua gol Belanda dilesakkan Klaas-Jan Huntelaar di menit ke-54 dan Robin Van Persie menit ke-87.
Klasemen akhir Grup C adalah:
Dengan rekor ini, The Flying Dutch pantas diunggulkan menjadi juara. Sanggupkah?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 28: connect() timed out!
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.