Euro 2008: Andai ada Inggris

Shaun Botterill (Getty Images)
Saya pernah berdiskusi dengan seorang rekan. Pertanyaannya; bagaimana peluang Inggris seandainya mereka ikut Euro 2008?
Di rekan tadi sangat yakin–seyakin yakinnya–The Three Lions bakal juara.
Alasannya, skuad yang dimiliki Inggris saat ini adalah yang terbaik di dunia.
Coba tengok fakta ini. Kombinasi dua tim yang berlaga di partai final Liga Champions, Manchester United dan Chelsea, di Stadion Luzhniki, Moskow, 21 Mei lalu.
Meski hanya dua klub, tapi cukup untuk membuat satu tim nasional.
Kiper: Ben Foster (Manchester United). Foster memang hanya pilihan ketiga di MU setelah kiper jangkung Belanda, Edwin van der Sar, dan kiper cadangan Polandia, Tomasz Kuszczak, tapi Foster tetap dianggap sebagai pemain muda berbakat milik Inggris.
Belakang: Wes Brown (Manchester United), Rio Ferdinand (Manchester United), John Terry (Chelsea), Ashley Cole (Chelsea).
Tengah: Shaun Wright-Phillips (Chelsea), Frank Lampard (Chelsea), Michael Carrick (Manchester United), Owen Hargreaves (Manchester United).
Depan: Joe Cole (Chelsea), Wayne Rooney (Manchester United).
Tapi ceritanya-kan berbeda. Meski para pemain ini ikut ambil bagian di final kompetisi antar klub paling bergengsi di Eropa, toh mereka tetap saja gagal meloloskan Inggris ke Euro 2008.
Aneh? Iya juga sih.
Di level klub, kedigjayaan Inggris sangat luar biasa. Dua tahun berurut-turut mereka meloloskan tiga tim di semifinal, dan di empat tahun terakhir selalu ada tim Inggris yang tampil di final.
Tapi untuk pertama kalinya kita takkan menyaksikan bendera Saint Goerge Cross berkibar di kompetisi mayor sejak Piala Dunia 1994.
Penyebabnya adalah dirusaknya English Premier League oleh pemain-pemain asing. Pelatih Fabio Capello mengkalim hanya 37 persen pemain di EPL yang benar-benar lahir di Inggris. Inilah yang membuat pemain asli Inggris tak bisa kompetitif di level internasional.
Di bawah Capello, Inggris mulai merambah jalan baru. Tiga kemenangan–dari empat partai–sudah diraih sejak ditangani pelatih Italia yang sukses bersama AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid.
Inggris di bawah Fabio Capello
- 6 Februari : Vs Swiss 2-1
- 26 Maret : Vs Prancis 0-1
- 28 Mei : Vs Amerika Serikat 2-0
- 2 Juni : Vs Trinidad and Tobago 3-0
Mungkin final pertama sesama tim Inggris di Liga Champions lalu adalah jawaban awal dari kebangkitan sepak bola nasional Inggris. Sudah waktunya mereka menunjukkan mereka sejajar dengan raksasa macam Brasil, Argentina, Italia, Jerman dan Prancis.
Tanpa Inggris di Euro, (kata orang) bak sayur tanpa garam….

Post a comment