You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Memanfaatkan 40 Persen

(Hans Punz/AP) (Darko Bandic/AP)
Austria dan Kroasia membuka pertemuan mereka di Stadion Ernst Happel, Wina, Minggu malam, dengan ekspektasi berbeda. Austria memimpi menang, sedangkan Kroasia harus menang.
Tengok apa prediksi pelatih Austria, Josef Hickersberger. “Berdasarkan keuntungan tuan rumah, peluang kami adalah 40 persen. Kroasia adalah tim kelas dunia, jadi prediksi saya cukup optimistis,” kata Hickersberger.
Hanya 40 persen? Bisa lolos dari kualifikasi grup saja sudah menjadi mukjizat bagi Austria. Selain Kroasia, Grup B juga dihuni juara tiga kali Jerman dan Polandia yang bertemu di Klagenfurt.
Tak banyak yang bisa diharapkan Austria. Hickersberger pernah merasakan manis dan pahitnya prestasi Austria. Ia memperkuat Austria saat mengalahkan juara bertahan Jeman Barat di Piala Dunia 1978 dan sebagai pelatih ketika kalah dari Kepulauan Faroe di kualifikasi Euro 1992.
Mereka lolos ke Euro 2008 karena berstatus tuan rumah bersama Swiss. Ranking 92 versi FIFA yang dikeluarkan Rabu kemarin, menjadikan mereka sebagai tim dengan ranking terendah yang pernah ikut final Euro.
Sebaliknya, Kroasia hadir sebagai jawara kualifikasi Grup D. Mereka mengalahkan Inggris, dua kali, sekali lagi; dua kali. Pertama 2-0 di Maksimir Stadium, Zagreb, 11 November 2006, dan kedua 3-2 di Stadion New Wembley, 21 November 2007.
Prestasi yang jelas-jelas memompa semangat Kroasia. Apalagi kini Kroasia ditangani Slaven Bilic yang berharap Kroasia bisa masuk dalam bursa kandidat juara di Euro 2008 kali ini.
“Kami bagus dan solid, kami lolos ke Euro melalui tim yang paling sulit. Dan yang perlu di catat kami mengalahkan Inggris dua kali di kualifikasi,” kata Bilic.
“Pelatih mereka benar-benar rendah hati. Saya yakin dia percaya peluang mereka adalah 40 persen…. tapi, 40 persen tidaklah buruk,” tambah Bilic.
Kedua tim tidak memiliki masalah cedera pemain. Bilic punya senjata di diri Nico Kranjcar, putra Zlatko yang melatih Kroasia di Piala Dunia 2006. Playmaker kreatif ini tampil apik bersama Portsmouth dan bakal berduet dengan pemain baru Tottenham Hotspur Luka Modric.
Tapi Kroasia sedikit bermasalah di lini depan. Tak ada penyerang Kroasia yang mencetak gol di partai intenasional sejak cederanya Eduardo da Silva, Februari lalu.
Mladen Petric akan menjadi andalan menghadapi Austria. Tinggal memilih tandemnya apakah Ivica Olic atau Ivan Klasnic.
“Kami lebih difavoritkan di atas kertas, dan semoga itu juga terbukti di lapangan,” kata Olic.
Jika Kroasia mengandalkan playmaker kreatif dan serangan cepat maka Austria mengandalkan solidnya lini tengah. Gelandang veteran Rene Aufhauser akan membantu pertahanan sedangkan duet kapten Andreas Ivanschitz dan Umit Korkmaz berada sejajar di belakang penyerang.
“Saya tak punya strategi khusus. Kami punya pemain bagus di lini tengah yang bisa memainkan gaya berbeda,” kata Hickersberger.
Toh, apapun gaya permainan Austria, tak mengkahwatirkan Bilic. Ia menilai Austria selalu memainkan strategi yang sama di tiap pertandingan. Menurut pelatih 39 tahun itu karena Austria memiliki keterbatasan pemain.
“Austria takkan bisa mengejutkan saya. Mereka mau menyerang? Atau bertahan? Kami siap menghadapi keduanya,” tambahnya.
PRAKIRAAN PEMAIN
AUSTRIA (4-4-2): 1-Alexander Manninger; 2-Joachim Standfest; 15-Sebastian Proedl; 4-Emanuel Pogatetz; 12-Ronald Gercaliu; 10-Andreas Ivanschitz; 6-Rene Aufhauser; 3-Martin Stranzl; 5-Christian Fuchs; 22-Erwin Hoffer, 9-Roland Linz
KROASIA (4-4-2): 1-Stipe Pletikosa; 22-Danijel Pranjic, 4-Robert Kovac, 3-Josip Simunic, 5-Vedran Corluka; 10-Niko Kovac, 14-Luka Modric, 11-Darijo Srna, 19-Niko Kranjcar; 18-Ivica Olic; 21-Mladen Petric
DATA dan FAKTA
PERTEMUAN SEBELUMNYA
Foto Andreas Ivanschitz | Luca Modric
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.