You're here: My Sport Blogging » World Soccer » Article: Euro 2008: Takkan ada lagi kejutan

Estádio da Luz, Lisabon, Portugal, 4 Juli 2004. Gol tunggal striker jangkung Angelos Charisteas di menit ke-57 mengguncang ranah Eropa.
Siapa pula yang menyangka Yunani, negara dewa-dewa kuno, akan menjadi jawara Eropa. Sebuah kejutan yang tak pernah diperhitungkan siapapun.
Kini, yakinlah takkan ada lagi kejutan.
Jerman, Italia, Belanda, Spanyol, Prancis, dan Republik Cek - semasa masih Czechoslovakia - pernah mengecap sebagai kampium. Kini mereka kembali menjadi favorit pada turnamen yang kick-off nya dimulai 7 Juni ini di Austria dan Swiss.
Tim-tim ini tampil mengecewakan di Portugal pada Euro 2004. Dan Yunani, tim yang di awal turnamen dijagokan 80:1 dan tak pernah menjadi juara di kompetisi manapun, mengambil keuntungan.
Ditangani pelatih Jerman, Otto Rehhagel, yang hingga kini masih memimpin mereka kembali mencoba peruntungan. Semulus empat tahun lalu?
Sepertinya tidak.
Setelah Portugal 2004, nama-nama besar Eropa kembali bangkit. Hal itu dibuktikan dengan tampilnya Jerman, Italia, Portugal dan Prancis di semifinal. Italia kemudian menjadi juara (meski hanya) mengalahkan Prancis lewat adu penalti di Olympiastadion, Berlin, 9 Juli 2006.
Jerman menjadi tim yang difavoritkan pasar taruhan Eropa untuk merebut gelar keempatnya. Setidaknya Jerman bakal melangkah ke babak perempat final. Asumsinya? Skuad asuhan Joachim Loew itu berada di Grup B, grup yang lumayan empuk buat mereka. Lawannya hanyalah Kroasia, Polandia, dan co-host Austria.
Grup paling berat? Otomatis Grup C, yang dihuni Italia dan Prancis, plus Belanda dan Rumania. Italia adalah juara di Piala Dunia 2006, Prancis runner-up. Belanda? Meski mereka hanya punya satu koleksi juara Piala Eropa 1988 tapi siapa yang meragukan Tim Oranje? Sedangkan Rumania bakal jadi pengganjal.
Yunani, sang juara bertahan, kali ini harus realistik menghadapi peluang di Grup D. Lawan mereka adalah Swedia, Rusia dan (tim yang selalu jadi favorit tapi tak pernah juara sejak Piala Eropa 1964) Spanyol.
Portugal, yang dikalahkan Yunani di Euro 2004, akan bertemu Turki, Republik Cek dan co-host Swiss di Grup A. Kegagalan empat tahun lalu jelas menjadi pemicu bagi pelatih Luiz Felipe Scolari yang mengantar Brasil juara dunia dua tahun sebelumnya.
Kini ia lebih berhati-hati dalam mengkalkulasi peluang timnya. “Ada 16 tim peserta, masing-masing punya peluang 6,2% memenangkan gelar juara. Jika lolos ke babak berikut maka peluang naik menjadi 12,4% dan seterusnya,” kata Scolari.
Satu-satunya negara yang tak perlu perduli dengan Euro hanyalah Inggris (meski juga disayangkan). Ini lantaran The Three Lions memang gagal lolos ke kompetisi besar untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1994.
Yang jelas tiga hari lagi, kita, penggila sepak bola siap-siap begadang hampir satu bulan menyaksikan bintang-bintang lapangan hijau menari menggocek bola.
Siapa juara? Utak-atik di atas hanya sekedar utak-atik. Saya (pribadi) tak perduli siapa bakal mengangkat trofi…
GRUP A
GRUP B
GRUP C
GRUP D
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.