You're here: My Sport Blogging » Liga Spanyol » Article: Road to the final: FC Barcelona

(Foto: uefa.com)
FC Barcelona memastikan satu tiket ke final Liga Champions berkat permainan lengkap; trisula tajam–Samuel Eto’o, Lionel Messi dan Thierry Henry–gelandang kreatif–Andres Iniesta dan Xavi Hernandez, serta benteng pertahanan kokoh. Inilah perjalanan EL Blaugrana menuju Roma:
Kualifikasi Grup C
Setelah melewati hadangan Wisla Krakow di babak kualifikasi, skuad Josep Guardiola itu melesakkan 18 gol di babak penyisihan grup. Setelah mengawali dengan kemenangan 3-1 atas Sporting Clube de Portugal di Camp Nou, langkah Barca tak tertahankan lagi. Puncaknya adalah ketika mereka menggasak FC Basel 5-0 dan Sporting Lisbon 5-2. Setelah posisi teratas grup berada di tangan, tim lapis kedua Barca kalah 2-3 dari Shakhtar Donetsk pada pertandingan terakhir.
Babak 16 Besar
Tendangan bebas trademark kapten Lyon, Juninho, pada menit ketujuh, ditambah dominasi sepanjang babak pertama membuar juara Prancis percaya mereka bisa menghentikan langkah Barcelona di kompetisi Eropa. Namun, Henry menandai kembalinya ke Prancis dengan golnya di menit ke-67. Leg kedua di Camp Nou ceritanya berbeda. Henry mencetak dua gol di 27 menit pertama, Messi dan Eto’o menambah gol lainnya sebelum Seydou Keita yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kelima.
Perempatfinal
Apa yang dialami Lyon di Camp Nou rupanya juga dialami Bayern Muenchen. Juara Eropa empat kali itu luluh lantak di tangan Barcelona yang hanya butuh satu babak untuk memastikan langkah ke semifinal. Dua gol Messi dan satu lainnya dari Eto’o ditambah Henry yang melengkapi gol keempat Barcelona dalam waktu 43 menit. Tak ada lagi harapan Bayern di leg kedua, meski bintang Prancis Franck Ribéry sempat mencetak gol di menit ke-47, Keita menyamakan skor menjadi 1-1.
Semifinal
Inilah pertarungan terberat Barcelona. Bermain di kandang sendiri pada leg pertama, serangan bergelombang Barca menghamtam pertahanan bak baru granit milik Chelsea yang dipimpin John Terry. The Blues tampil sempurna di babak pertama leg kedua. Michael Essien melepaskan tendangan kanon di menit ke-9 yang membuat Víctor Valdés tak bisa berbuat apa-apa. Sayangnya, pemain Ghana itu gagal menghalau bola di tiga menit masa injury time yang membuat Iniesta menaklukkan Petr Cech dan mengantar Barcelona ke final.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.