Laporta gagal didepak

Usaha beberapa pendukung Barcelona untuk mendepak Joan Laporta dari kursi presiden Barcelona gagal
Laporta selamat dari persidangan mosi tidak percaya yang digelar Minggu kemarin. Mosi ini diajukan pendukung Barca yang frutrasi klubnya tak juga meraih trofi dua musim terakhir.
Dalam situs resmi Barca disebutkan 14.871 pemilih (37,75 persen) meminta pria berusia 45 tahun tersebut tetap menjadi presiden. Sedangkan 23.870 lainnya (60,6 persen) meminta pemilihan presiden baru.
Meski lebih banyak yang meminta perubahan namun angka ini tidak memenuhi syarat lebih dari dua pertiga pemilih (66 persen). Hasil ini membuat Laporta akan tetap mengelola Barcelona hingga 30 Juni 2010.
Usulan ini diajukan Oriol Giralt, pengacara yang juga angota klub. Musim lalu Barcelona berada di posisi tiga klasemen di bawah Real Madrid dan Villarreal sehingga gagal meraih tiket otomatis ke Liga Champions.
Di bawah Laporta, yang memimpin sejak 2003 dan terpilih kembali 2006, prestasi Barcelona sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Mereka memenangkan gelar Primera Liga Spanyol (2004/05, 2005/06), SuperCopa Spanyol (2005, 2006), dan trofi Liga Champions (2006). Namun minus trofi di dua musim terakhir membuat reputasi Laporta anjlok.
Laporta menjawab ketidakpuasan pendukung Barcelona dengan memecat pelatih Frank Rijkaard. Posisi pelatih Belanda itu digantikan mantan manajer tim Josep Guardiola.
Gebrakan juga dilakukan Guardiola dengan melepas gelandang Portugal, Deco, playmaker Brasil, Ronaldinho, dan striker Kamerun, Samuel Eto’o. Namun dari tiga nama ini baru Deco yang sudah memastikan pindah ke Chelsea. Sementara Ronaldinho dan Eto’o belum juga mendapat klub baru.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.