Laga Perpisahan Rijkaard

Fernando Bustamante (AP)
Frank Rijkaard melakoni laga terakhirnya di La Liga Spanyol bersama Bacelona dengan manis.
Laga di Nueva Condomina Stadium, markas Real Murcia, menjadi partai terakhir bagi Rijkaard setelah lima musim. Pelatih asa Belanda itu pergi dengan dua gelar La Liga dan trofi Liga Champions 2006.
Dan, anak asuhnya memberikan kado istimewa dengan kemenangan 5-3.
Giovanni Dos Santos mencetak hattrik (di menit ke-32, 52 dan 66). Gol Samuel Eto’o (22) dan Thierry Henry (25) memastikan Barca menempati posisi tiga klasemen akhir.
Kemenangan ini memang tak banyak berarti bagi Barca. Mereka mengakhiri musim dengan mengemas nilai 67 poin dari 38 pertandingan. Real Madrid yang sudah memastikan gelar juara mengoleksi nilai 82, delapan poin lebih baik dari runner-up Villarreal.
Madrid bahkan bisa menambah poin jika menang dari tamunya Levante, Minggu malam.
Rijkaard, 45 tahun, dipecat menyusul minus gelar Barca di dua musim terakhir. “Ini kehormatan bagi saya. Semua tanggung jawab saya. Kami memasang target tapi tak bisa mencapainya,” kata Rijkaard.
Ketika ditunjuk tahun 2003, Rijkaard hanya punya refensensi sebagai pelatih Sparta Rottedram dan tim nasional Belanda. Tapi dalam dua musim ia menjadikan Barca sebagai tim tangguh di Eropa.
Hanya saja, manajemen Barca menilai dua tahun tanpa gelar sudah cukup. Rijkaard kemudian dipecat dan digantikan Josep Guardiola.
Toh seorang Rijkaard sudah menorehkan namanya di Nou Camp. “Gracias, Senor Rijkaard…”
Sumber foto | Klasemen | Hasil | Top skorer

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Akhir manis Madrid — Liga Spanyol (Asia Blogging Network)
[…] posisi tiga ditempati Barcelona. Pada laga terakhir bagi pelatih Frank Rijkaard, Sabtu kemarin, Barca menundukkan Real Murcia […]
May 20th, 2008 at 8:00 pm