You're here: My Sport Blogging » Liga Spanyol » Article: Si tangan dingin di balik sukses Madrid

Angel Navarrete (AFP/Getty Images)
Satu nama yang pantas diberikan kredit atas gelar juara ke-31 Real Madrid musim ini adalah Bernd Schuster.
Ketika Schuster menggantikan Fabio Capello di awal musim, banyak yang meragukan kemampuan pelatih asal Jerman itu. Maklum, siapa yang tak kenal dengan reputasi Capello yang kini menjadi pelatih timnas Inggris.
Schuster? Siapa sih Schuster?
Jika kita membandingkan dengan Frank Rijkaard, pelatih Barcelona, Schuster bukanlah apa-apa. Rijkaard meski baru berusia 45 tahun tapi pernah menjadi pelatih tim nasional Belanda dan Sparta Rotterdam. Hanya dalam tiga musim, sejak 2003, ia bisa memberikan dua gelar La Liga dan trofi Liga Champions bagi Barca.
Schuster? Pelatih 48 tahun itu Koln, Xerez, Shaktar Donetsk, Levante, Getafe sebelum ditunjuk Madrid menggantikan Capello tahun 2007.
Toh, dengan suntikan dana 118 juta euro, Schuster bisa mempertankan gelar juara dan menjadikan klub Santiago Bernabeau tampil dengan sepak bola menyerang yang lebih menarik.
“Seperti sebuah film, Anda harus berjuang, menderita, dan mendapat kebahagiaan di akhir. Kami adalah sang juara,” kata Schuster. “Yang jelas kami memang pantas menang.”
Perjalanan Madrid di akhir musim sempat mengkhawatirkan. Sebelum kememenangan dari Osasuna, Madria hanya memenangkan enam dari 12 laga terakhir. Tapi penampilan inkonsisten Barcelona dan Villarreal justru menguntungkan Madrid.
Toh hal ini dibantah kiper Iker Casillas. “Real Madrid memimpin kompetisi sejak awal. Saya tertawa mendengar orang-orang mengatakan kami juara karena penampilan Barcelona,” katanya.
Di awal musim telunjuk sebagian besar mengarah pada Barca sebagai favorit juara. Maklum mereka punya fantastis four–Ronaldinho, Samuel Eto’o, Thierry Henry, dan Lionel Messi–yang diklaim bakal menjadi kuartet mengerikan di ranah Spanyol bahkan Eropa.
Tapi satu hal yang tak dimiliki Barca, tapi dimiliki Madrid–adalah konsistensi dan penampilan solid.
Statistik Madrid musim ini dimulai dengan 6 kali menang dan sekali imbang di tujuh partai pertama. Mereka kalah di partai ke-8 saat tandang ke Espanyol, dan kemudian kalah ketika bertamu ke Sevilla, Almeria, Real Betis dan Deportivo La Coruna.
Dua kekalahan di kandang didapatkan dari Getafe dan Valencia. Namun mereka mencatat rekor kandang terbaik setelah memenangkan 14 dari 16 partai di Santiago Bernabeu.
Kunci Madrid barangkali kemenangan 1-0 atas Barcelona di Nou Camp, Desember lalu, lewat gol Julio Baptista.
Bagi Los Blancos inilah untuk pertama kalinya dalam 18 tahun mereka bisa mempertahankan mahkota juara. Catatan ini melengkapi gelar beruntun setelah musim 1994/95, 1996/97, 2000/01, 2002/03, dan 2006/07, 2007/08.
Dia akhir musim, Schuster mencatatkan dirinya sebagai pelatih yang bisa memberikan gelar juara bagi Madrid. Sementara Rijkaard harus rela dilengserkan dan diganti Josep Guardiola.
Ole…
DATA DAN FAKTA REAL MADRID Berdiri: 3 Maret 1902 Presiden: Ramon Calderon Pelatih: Bernd Schuster (Jerman) Top skorer: Manuel Sanchis (524) Top skorer liga: Alfredo di Stefano (216) Rekor transfer: Zinedine Zidane ($66 juta dari Juventus Juli 2001) Top skorer 2007-08: Raul 17 Pemain termahal 2007-08: Arjen Robben (dari Chelsea) 36 million euro. Kostum: Putih - putih - putih Stadion: Santiago Bernabeu sejak 1947. Kapasitas: 80,000. Pemain utama musim 2007-08: Iker Casillas - Sergio Ramos, Pepe Fabio Cannavaro, Gabriel Heinze (atau Marcelo) - Mahamadou Diarra, Fernando Gago - Wesley Sneijder, Jose Maria ‘Guti’ Gutierrez (atau Robinho) - Raul Gonzalez, Ruud van Nistelrooy. Tampil lebih dari 10 pertandingan: Julio Baptista, Arjen Robben, Miguel Torres.
Prestasi: La Liga Spanyol: 31 (1932, 1933, 1954, 1955, 1957, 1958, 1961, 1962, 1963, 1964, 1965, 1967, 1968, 1969, 1972, 1975, 1976, 1978, 1979, 1980, 1986, 1987, 1988, 1989, 1990, 1995, 1997, 2001, 2003, 2007, 2008) Piala Spanyol: 17 (1905, 1906, 1907, 1908, 1917, 1934, 1936, 1946, 1947, 1962, 1970, 1974, 1975, 1980, 1982, 1989, 1993) Piala Eropa/Liga Champions: 9 (1956, 1957, 1958, 1959, 1960, 1966, 1998, 2000, 2002) Piala UEFA: 2 (1985, 1986) Piala Interkontinental/Piala Dunia Antar Klub: 3 (1960, 1998, 2002) Piala Super Eropa: 1 (2002)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.