You're here: My Sport Blogging » Liga Spanyol » Article: Perlukah Rijkaard Dipecat?

Perlukah Rijkaard Dipecat?

raju — May 11, 2008 / 9:50 pm

(Cesar Rangel/AP) (Josep Lago/AFP/Getty Images)

Isu dan rumors itu akhirnya terbukti juga. Frank Rijkaard akhirnya dipecat sebagai pelatih Barcelona dan digantikan Josep Guardiola.

Musim ini memang akan berakhir buruk bagi Barca; minus gelar.

Untuk klub sebesar Barca tak satupun trofi bisa diraih dalam satu musim adalah sebuah cela. Tersingkir di Liga Champions, gagal di Copa del Rey, dan terpuruk di peringkat tiga klasemen, terpaut 17 angka dari rival abadinya Real Madrid.

Tapi apakah hanya Rijkaard yang pantas jadi kambing hitam?

Jika boleh bicara jujur. Rijkaard adalah pelatih yang pas untuk Barca yang mengalami krisis sejak 1999. Ketika ditunjuk sebagai pelatih tahun 2003 kondisinya tak jauh berbeda seperti saat ini. Barca adalah tim yang sudah empat tahun tanpa gelar, tak stabil dan penuh persiteruan.

Tiga musim kemudian, pelatih Belanda itu menjadikan Barca sebagai tim paling atraktif di Eropa.

Di musim pertamanya, seluruh media Spanyol mencercarnya. Alasannya adalah kekalahan pertama di Nou Camp dalam 20 tahun terakhir oleh Real Madrid. Tapi dipimpin Ronaldinho dan kedatangan Edgar Davids, menjadikan Barca tak terkalahkan di 17 pertandingan dan menutup musim itu sebagai runner-up di bawah Valencia.

Musim keduanya, Barca tumbuh jadi kekuatan baru. Samuel Eto’o dan Deco diboyong. Meski gagal di Liga Champions di tangan Chelsea, mereka merebut gelar La Liga dan Piala Super Spanyol. Trofi pertama dalam enam tahun terakhir.

Musim 2005/2006 adalah kejayaan Barca. Rijkaard mempersembahkan gelar La Liga kedua dan Piala Super Spanyol. Yang terbaik adalah merebut trofi Liga Champions dengan mengalahkan Arsenal.

Tapi musim lalu, tanda-tanda kemelorotan Barca mulai terlihat. Dimulai dengan kekalahan 0-3 dari Sevilla di Piala Super Eropa, kalah dari Internacional di final Piala Dunia Antar Klub, diisingkirkan Liverpool di Liga Champions, dipermalukan Gatafe di semifinal Copa Del Rey, dan terakhir, disalip Madrid di pertandingan terakhir.

Toh, di awal musim 2007/08, sebuah angin segar sempat berhembus. Kedatangan Eric Abidal dan Gabriel Milito di belakang, Yaya Toure di tengah dan Thierry Henry di depan. Sayangnya, mimpi menjadikan Henry bersama Lionel Messi, Samuel Eto’o dan Ronaldinho sebagai “fantastic four” tak pernah terwujud.

Messi dan Eto’o kerap cedera, Henry tak berada di posisi idealnya dan gagal beradaptasi dengan gaya permainan Barca, sementara penampilan Ronaldinho menurun.

Musim ini, kalah dari Madrid di liga–ditandai dengan kekalahan 1-4 Rabu lalu–tumbang di tangan Valencia di Copa del Rey, dan kalah dari Manchester United di Liga Champions, masa Rijkaard sepertinya berakhir.

Bagaimana dengan Guardiola? Penunjukan Josep Guardiola terbilang perjudian. Karier pelatihnya baru dimulai 21 Juni 2007 lalu saat ditunjuk sebagai pembesut tim Barcelona B.

Meski dilihat dari reputasinya, ia bukan orang baru bagi pendukung Barca. Ia memperkuat klub Camp Nou itu 11 musim. Pria kelahiran 18 Januari 1971 itu tercatat tampil di 250 pertandingan Barca.

Sebagai pemain total 16 gelar dia persembahkan dengan tropi Liga Champions tahun 1992 menjadi raihan paling bergengsi. Gelar lain yang sempat dia berikan adalah enam gelar juara La Liga, dua tropi Piala Spanyol, empat gelar Tropi Super Spanyol, satu gelar Piala Winners dan dua Piala Super Eropa.

Foto Rijkaard | Foto Guardiola

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. Rijkaard, thanks for everything — Liga Spanyol (Asia Blogging Network)

    […] setelah musi ini tanpa gelar, pelatih Belanda itu akhirnya dipecat dan digantikan pelatih tim Barcelona B, Josep […]

    May 12th, 2008 at 10:18 pm

  2. Si tangan dingin di balik sukses Madrid — Liga Spanyol (Asia Blogging Network)

    […] mencatatkan dirinya sebagai pelatih yang bisa memberikan gelar juara bagi Madrid. Sementara Rijkaard harus rela dilengserkan dan diganti Josep […]

    May 15th, 2008 at 5:06 pm

  3. Jelang Revolusi Nou Camp — Liga Spanyol (Asia Blogging Network)

    […] di Estadio Nueva Candomina ini, akan menjadi laga terakhir bagi Frank Rijkaard. Setelah lima tahun menangani Barca, pelatih asal Belanda itu dinilai gagal musim ini dan […]

    May 17th, 2008 at 3:35 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Nova Imoet — makin seru aj ni liga inggris,..
  • Nova Imoet — Roma emang tidak memiliki sejarah bagus dalam liga eropa
  • Nova Imoet — g sia2 Real MAdrid beli Ronaldo dengan harga tinggi
  • Nova Imoet — Ronaldo memang andalan
  • Nova Imoet — aku dukung MU... tahun ni tetep liga inggris minimal masuk final
  • Nova Imoet — ronaldo tidak tahu terima kasih.... udah dibesarkan MU malah milih hengkang gara2 uang...
  • andre — pasti masih tetap MU yang akan menjuarai liga inggris...
  • de budi — Dukungan buat terry akan tetap ada, sikap profesionalitasnya tergambarkan dalam setiap pertandingan yang dijalani. Jabatan kapten timnas inggris akan kembali ...
  • novel gunawan — yang membuat barcelona unggul adalah mental dan semangat juang tim yang pantang menyerah. jika di bandingkan dengan skill individu tim ...
  • novel gunawan — saya berharap tvri sebagai tv nasional mengambil alih hak siar liga inggris karena di gemari hampir seluruh penggemar sepak bola ...