You're here: My Sport Blogging » Liga Spanyol » Article: Akhir Waktu Rijkaard?
Andrew Yates (AFP/Getty Images)
Di awal musim, Barceloan begitu digadang-gadangkan. Masuknya Thierry Henry membuat Barca memiliki Fantastic Four–Henry, Ronaldinho, Samuel Eto’o, dan Lionel Messi.
Keempatnya dinilai sanggup mengantar Barca menyabet semua gelar di semua kompetisi yang diikuti.
Kenyataannya Barca dipastikan tanpa satupun trofi akhir musim ini. Apakah ini akhir perjalanan sang pelatih yang bernama lengkap Franklin Edmundo Rijkaard?
Kekalahan 0-1 dari Manchester United di semifinal Liga Champions, Rabu kemarin, menjadi puncak melorotnya penampilan Barca.
Di ajang La Liga Spanyol, mereka sudah dicoret dari perburuan gelar. Mereka tertinggal 14 poin dari Real Madrid sementara kompetisi hanya menyisakan empat partai lagi.
Alih-alih bersaing, posisi mereka sampai pekan ini masih berada di peringkat tiga, digeser Villarreal. Catatan buruk ini didapatkan lantaran mereka hanya meraih satu kemenangan di sembilan laga terakhir La Liga.
Kontan nama Rijkaard makin santer disebut-sebut bakal didepak. Siapa penggantinya? Nama mantan pelatih Chelsea asal Portugal, Jose Mourinho, disebut berada di daftar teratas.
Rijkaard sendiri masih belum menyerah. “Pikiran mundur tak terlintas di benak saya. Saya tak berniat pergi. Klub ini butuh dukungan bukan kritik,” kata pelatih 45 tahun itu.
Sebenarnya pantasnya Rijkaard didepak?
Sebagai pelatih Rijkaard tak bisa dikatakan kacangan. Sejak bergabung tahun 2003, ia sudah menyumbangkan dua gelar La Liga (2004/05, 2005/06), dua trofi Piala Super Spayol (2005, 2006), dan Liga Champions (2005/06).
Jelas dengan raihan itu, Rijkaard tak mau disebut gagal. “Terlalu dini jika saya katakan kalau musim ini telah gagal. Akan mudah untuk menendang orang saat mereka buruk dan sekarang bukan saat yang tepat untuk melakukannya,” katanya.
Banyak persoalan yang dihadapi Rijkaard memang. Kembali ke atas soal Fantastic Four. Empat pemain ini tak pernah bermain bersama. Entah Eto’o yang cedera, entah Messsi, entah Henry, dan terakhir Ronaldinho.
Nama terakhir juga disebut-sebut sebagai kunci melorotnya penampilan Barca. Tampil luar biasa di dua musim lalu, kali ini playmaker Brasil itu merosot tajam. Ia bahkan disebut siap pindah ke AC Milan.
Jadi kegagalan Barcelona 100 persen adalah kesalahan Rijkaard? Sepertinya tidak.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.