You're here: My Sport Blogging » Liga Italia » Article: Seri A = Liga para Pensiunan?

Mana yang lebih baik? Liga Primer Inggris atau Seri A Italia. Masing-masing pastilah mengklaim sebagai kompetisi paling bagus alias the best di Eropa. Satu pekan menjelang kick-off Seri A Italia musim 2008-2009, kompetisi negeri pizza itu justru dituding sebagai “liga para pensiunan”.
Pahal banyak nama besar yang bergabung dengan Seri A musim ini. Ada Jose Mourinho yang menjadi pelatih Inter Milan, lalu Andriy Shevchenko yang kembali ke AC Milan serta playmaker Brasil Ronaldinho yang juga ke Milan.
Adalah kolomnis Inggris, Oliver Kay, menulis di Timesonline edisi Selasa kemarin bahwa Seri A adalah “Liga bagi pemain-pemain tua yang akan pensiun”, “Liga untuk mencari uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat,” dan “jauh tertinggal dari Liga Primer Inggris.”
Dalam kolomnya, Kay menulis, di tahun 1990-an sebenarnya Liga Primer Inggris-lah yang disebut sebagai liga tempat pemain-pemain tua yang tengah menunggu masa pensiun. Kala itu pemain asal Italia memang menginvasi Inggris. Tercatat ada nama Gianluca Vialli, Roberto Di Matteo, Gianfranco Zola di Chelsea dan Fabrizio Ravanelli di Derby County.
Namun Kay kini semua berubah. Liga Inggris tumbuh menjadi kekuatan Eropa. Terbukti tiga klub Ratu Elizabeth II itu tampil di semifinal Liga Champions dua musim terakhir. Di waktu yang sama, Seri A justru dihantam skandal calciopoli yang membuat Juventus terdepak ke Seri B dan kehilangan dua gelar scudetto.
Musim inipun, menurut Kay tak jauh berbeda. Kedatangan Shevchenko dan Ronaldinho justru setelah keduanya tak lagi bersinar di Chelsea maupun Barcelona. Meski ada juga pemain berkualitas seperti mantan gelandang Portsmouth, Souleymane Muntari, yang memperkuat Inter, atau Olof Mellberg dan Christian Poulsen di Juventus, John Arne Riise di AS Roma, dan Milan yang mendatangkan juga Gianluca Zambrotta serta Mathieu Flamini.
Sontak, tulisan ini mendatangkan reaksi keras. Salah satunya datang dari pelatih veteran Renzo Ulivieri yang menyerang balik.
“Seperti ceret yang menghina ketel dengan sebutan hitam,” kata Uliveiri yang kini Presiden Asosiasi Pelatih Italia. “Inggris punya liga yang bagus, tapi jika dilihat mereka punya pelatih asing, sebagian pemain juga asing, bahkan pemilik klub datang dari berbagai penjuru dunia.”
“Saya pikir tak ada urusan mereka sampai mengkritik sepak bola Italia. Lagipula, saya menilai Ronaldinho atau Andriy Shevchenko belumlah tua,” kata Uliveiri.
Faktanya memang berbeda. Musim lalu, Liga Inggris tercatat sebagai liga Eropa dengan pemain asing terbanyak di Eropa. Sebanyak 10 dari 20 pelatih bukan orang Inggris. Bahkan tim nasional mereka juga ditangani Fabio Capello yang asal Italia.
Sementara di Seri A Italia musim ini, hanya pelatih Portugal, Jose Mourinho yang menangani Inter Milan, yang menjadi pelatih berlabel asing. Satu catatan lain, tak satupun klub Italia yang dimiliki pebisnis asing.
Sementara klub top seperti Manchester United, Chelsea, Liverpool, dimiliki oleh pebisnis asing. MU dikuasai keluarga Malcom asal Amerika Serikat, Chelsea dimiliki triliuner asal Rusia, Roman Abramovich, sedangkan Liverpool dimiliki duo Amerika, Tom Hicks dan George Gillett.
Sumber | Foto Andriy Shevchenko | Ronaldinho
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.