Mourinho: Im great not special!

Antonio Calanni (AP)
Jose Mourinho tak ingin label “The Special One” yang didapatkannya saat menangani Chelsea juga disematkan di Inter Milan. Pelatih Portugal itu mengatakan ia tak sabar merasakan ketatnya persaingan Seri A Italia.
“Saya Jose Mourinho, bukan yang lain. Interlah yang spesial,” kata Mourinho, 45 tahun, pada konferensi pers pertamanya, Senin kemarin.
Mengenakan jas berwarna biru tua, Mourinho secara resmi diperkenalkan bersama asisten pelatih Giuseppe Baresi di markas latihan Inter di Appiano Gentile, dekat Danau Como, Italia.
Mourinho yang digaji 7 juta pound sterling (Rp 128 miliar) per musim ditunjuk menangani Nerrazurri menggantikan Roberto Mancini yang dipecat, Kamis pekan lalu. Mancini tetap dilepas Inter meski sukses mengantar klub itu menjuarai Seri A Italia tiga musim terakhir.
“Saya pikir saya pelatih yang bagus, tapi saya tak ingin jadi yang spesial. Saya tetaplah saya, saya tidak berubah, dengan hasrat yang sama dengan pekerjaan saya,” kata Mourinho dalam bahasa Italia yang fasih.
Sebenarnya–jujur atau tidak–kita harus mengakui pelatih dengan nama lengkap José Mário dos Santos Félix Mourinho ini adalah pelatih hebat.
Ia selalu berhasil memberikan gelar di dua klub yang pernah ditanganinya sebelum ini; FC Porto (2002-04) dan Chelsea (2004-07). Total 12 trofi dalam 5 tahun!
Jadi boleh dikatakan Inter beruntung mendapatkan pelatih terbaik dunia 2004 dan 2005 tersebut. Kedatangan Mourinho akan memberikan warna baru tak hanya bagi Inter tapi juga Seri A Italia.
Pelatih kelahiran Setubal 26 Januari 1963 ini jadi bintang media lewat ucapan pedasnya. Sampai-sampai ia di cap The Big Mouth.
Ketika meninggalkan Stamford Bridge, publik Inggris kehilangan seorang pelatih yang ucapan mengejutkannya selalu ditunggu-tunggu. Pelatih yang melepaskan kritikan tak hanya pada pelatih lawan tapi juga wasit.
Di Inggris ia kerap adu mulut dengan Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan Arsene Wenger (Arsenal).
Siapa kira-kira bakal lawannya di Italia? Carlo Ancelotti (AC Milan)? Luciano Spaletti (AS Roma)? atau Claudio Ranieri (Juventus)? Mereka boleh disebut sebagai kandidat lawan adu mulut Mourinho.
Bagaimana menakar prestasi Mourinho di Seri A? Dengan reputasi sebagai pelatih juara, tantangan sudah menanti Mourinho. Apalagi Mancini meninggalkan Inter dengan status juara bertahan di tiga musim terakhir.
Satu-satunya minus Mancio hanyalah trofi Liga Champions. Terakhir Nerrazurri mengecap gelar Eropa ini musim 1963–64 dan 1964–65 alias 43 tahun lalu.
Tugas Mourinho jelas mempertahankan prestasi Inter sebagai numero uno di Seri A. Setelah itu? Memberikan missing trofi buat Inter di Liga Champions. Kita tunggu saja hasilnya.
Benvenuto, Jose!

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
baruna
update lagi dong….btw nice blog…
June 22nd, 2008 at 7:34 am
Mourinho Ogah Ikut Birra Moretti — Liga Italia (Asia Blogging Network)
[…] dia Jose Mourinho. Belum apa-apa pelatih baru Inter Milan itu sudah bikin […]
July 6th, 2008 at 4:36 pm