Ayo Tunda Pesta Inter!
(Antonio Calanni/AP) (Giuseppe Cacace/AFP/Getty Images)
Ada pepatah yang dipegang penduduk kota Milan; memenangkan Derby della Madonnina bernilai dua kali lipat dari mahkota scudetto.
Aneh memang. Memenangkan scudetto berarti berpredikat sebagai juara Seri A. Memenangkan derby? Paling banter hanya tiga poin.
Itu pendapat saya. Tapi bagi tifosi AC Milan dan Inter Milan, derby adalah soal harga diri dan mungkin segalanya.
Hari Minggu ini, seluruh perhatian publik sepak bola Italia, terarah pada satu tempat, Stadion Giuseppe Meazza San Siro, Milan.
Malam ini akan berlangsung derby antara Milan dan Inter. Derby yang punya arti penting dibandingkan derby-derby sebelumnya.
“Derby kali ini lebih dahsyat dibandingkan final Liga Champions sekalipun,” kata presiden Inter Massimo Moratti. “Kali ini masing-masing tim punya target penting untuk dicapai.”
Bagi Inter, kemenangan berarti gelar scudetto untuk ketiga kalinya berturut-turut. Nilai 81 yang mereka miliki, 6 poin lebih baik dari rival terdekatnya AS Roma, degan sisa tiga pertandingan lain.
Tak pelak gelandang Milan, Rickardo Kaká, memasang target khusus. “Ayo tunda pesta Inter!”
Kaka mengatakan sangat mustahil menggagalkan langkah Inter menjadi juara. “Sulit rasanya menghentikan Inter dari memenangkan scudetto. Tapi yang ideal adalah menunda pesta juara mereka,” kata playmaker asal Brasil itu.
Bagi Milan, pertandingan ini memang lebih penting lagi. Rossoneri–julukan Milan–membutuhkan tiga poin tambahan untuk mendekati Fiorentina yang berada di posisi empat klasemen. Milan baru mengemas nilai 58, 2 poin di belakang Fiorentina.
Jika kalah, mereka akan terpaut lima poin, dengan catatan Fiorentina bisa menang dari Cagliari. Artinya, peluang Milan untuk menempati posisi empat besar makin sulit, tus mereka gagal ke Liga Champions musim depan.
Tentunya sulit membayangkan jika klub sebesar Milan bertarung di Piala UEFA, kompetisi yang notabene dilabeli kompetisi nomor 2 di Eropa setelah Liga Champions.
Milan sangat berharap pada Filippo Inzaghi. Super Pippo mencetak delapan gol di empat laga terakhir.
Sementara Inter harus kehilangan striker Zaltan Ibahimovic karena cedera.
Melihat rekor head-to-head, khusus di Seri A, Inter lebih dominan. Kedua sudah bertemu 169 kali di Seri A. Inter menang 61 kali, Milan 56 kali dan seri 52 kali. Nerrazurri juga memenangkan memenangkan tiga laga derby terakhir.
Tapi hal inilah yang menurut Kaka justru menjadi motivasi tambahan bagi pemain-pemain Milan. “Itu pulalah yang membuat mengapa kami sangat ingin memenangkan partai ini. Kami ingin menunda pesta mereka dan lolos ke Liga Champions,” kata Kaka.
Kaka juga berkomentar soal suasana di Milan menjelang derby. “Banyak kejadian menarik. Fans Rossoneri menghentikan saya di jalan dan mengatakan kami harus memenangi pertandingan ini. Fans Inter mengatakan jangan lakukan sesuatu yang bodoh Minggu besok,” katanya.
“Bagaimana hasilnya? Semoga kami bisa mengalahkan Inter, dan saya pikir Fiorentina takkan menang di Cagliari,” pungkas Kaka.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.