You're here: My Sport Blogging » Liga Italia » Article: Mission Imposible

Mission Imposible

raju — April 10, 2008 / 2:00 am

Vincenzo Pinto (AFP/Getty Images)

Manchester United Vs AS Roma Manchester United unggul 2-0 Old Trafford Stadium

Bagaimana menggambarkan peluang AS Roma? Berat? Susah? Kecil? Tipis? Atau apalah kata lainnya yang berarti sama.

Memang harus diakui bahwa misi berat tengah dipanggul Roma. Klub berjulukan Giallorossi itu tandang ke Stadion Old Trafford, markas Manchester United, pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis hari.

Il Lupi (Pasukan Srigala)–julukan Roma lainya–terbang ke Inggris dengan defisit 0-2 pada leg pertama. Artinya, jika ingin lolos mereka minimal harus menang 2-0 sehingga bisa seri. Atau jika mungkin menang dengan tiga gol tanpa balas!

Menang tiga gol tanpa balas di Old Trafford? Rasanya sangat sulit dipercaya bisa diraih tim manapun.

Dari rekor-head-to-head, Roma tak pernah memetik kemenangan jika tandang ke Old Trafford. Digilas 1-7 pada perempat final musim lalu (10 April 2007) dan kalah 0-1 pada kualifikasi grup musim ini (2 Oktober 2007).

Itu satu masalah. Masalah lain, mereka lagi-lagi harus kehilangan kapten sekaligus inspirator tim, Francesco Totti.

“Berat, memang,” kata gelandang serang Roma, Rodrigo Taddei. “Kami harus berkonsentrasi penuh dan mengeluarkan kemampuan bukan lagi 100 persen, tapi harus 200 persen.”

Tapi Roma tentu tak ingin menyerah sebelum bertanding. Persiapan Roma akhir pekan kemarin lebih baik. Mereka menang 3-2 dari Genoa sementara MU ditahan Middlesbough 2-2.

Di atas kertas, peluang Roma memang masih terbuka. Setidaknya MU kini mengakami masalah di lini belakang dengan cederanya stopper Rio Ferdinand (paha) dan Nemanja Vidic (lutut).

Manajer Sir Alex Ferguson, sepertinya bakal menggeser Wes Brown dan Gerard Pique, pemain muda asal Spanyol, di jantung pertahanan. Posisi bek kanan yang ditinggalkan Brown diisi John O’Shea.

Nah, Brown-lah yang kerap jadi titik lemah MU. Pemain ini kerap kalah jika beradu bola atas. Sementara Pique, masih 21 tahun. Roma dipastikan akan mengandalkan penyerang jangkung mereka yang asal Montenegro, Mirko Vucinic.

Dengan demikian, MU harus lebih dulu mencetak gol guna menjatuhkan mental pemai Roma. Nama Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo jadi andalan. Rooney sudah mengoleksi 16 gol dan Ronaldo mendulang 37 gol–tujuh diantaranya di Liga Champions–di semua kompetisi.

Data dan Fakta

  • MU dan Roma sudah bertemu lima kali. MU menang tiga kali, seri satu kali dan Roma menang sekali.
  • MU memenangi 10 laga kandang Liga Champions terakhir. Tapi, kekalahan kandang terakhir justru mereka dapatkan dari tim Italia, AC Milan, pada 2005.
  • MU tak kalah dalam sembilan laga Liga Champions musim ini, memasukkan 17 gol dan kemasukkan lima gol.
  • Roma cuma menang sekali dalam 13 pertandingannya di tanah Inggris, yaitu saat mengalahkan Liverpool pada Piala UEFA, tujuh musim lalu.

Prakiraan pemain Manchester United (4-4-2):1-Van der Sar; 3-Evra, 6-Brown, 19-Pique, 22-O’Shea; 18-Scholes, 16-Carrick, 17-Nani, 11-Giggs; 10-Rooney, 7-Ronaldo AS Roma (4-5-1): 32-Doni; 2-Panucci, 5-Mexes, 4-Juan, 22-Tonetto; 11-Taddei, 7-Pizarro, 16-De Rossi, 20-Perrotta, 30 Mancini; 9-Vucinic

Sumber foto

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

RECENT POSTS