You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: The Reds, Terburuk dalam 22 Tahun

(REUTERS/Phil Noble)
Liverpool benar-benar mengalami masa suram. The Reds terancam gagal lolos ke babak knockout Liga Champions setelah kalah 1-2 dari Olympique Lyon pada matchday ketiga Grup E Liga Champions, Rabu (22/10) dini hari. Kekalahan ini merupakan kekalahan keempat beruntun bagi Liverpool sekaligus menjadi terburuk klub tersebut dalam 22 tahun terakhir.
Tak pernah sejak 1987 Liverpool sampai kalah empat kali berurut-turut. Saat itu mereka ditundukkan Tottenham Hotspur, Wimbledon, dan Norwich City di liga serta Arsenal di final Littlewoods Cup. Namun setelah itu mereka bangkit dan posisi Kenny Daglish (1985-1991) tetap dipertahankan sebagai pelatih.
Sebagai tambahan, tiga kekalahan sebelumnya Liverpool bahkan tak bisa mencetak gol sama sekali. Mereka kalah dari Fiorentina (0-2), Chelsea (0-2), dan Sunderland (0-1) yang diwarnai insiden gol bola pantai. Dan ini merupakan yang pertama kalinya bagi Liverpool dalam dua tahun terakhir.

Kondisi ini kian merebakkan rumors pemecatan pelatih Rafael Benitez. Sejak ditunjuk menukangi klub Anfield itu pada 16 Juni 2004, prestasi Benitez tidaklah buruk-buruk amat. Meski belum pernah menjuarai Liga Primer, ia memberikan empat gelar yaitu Liga Champions dan Piala Super UEFA (2005) serta Piala FA dan FA Community Shield (2006).
Pertanyaannya, apakah Liverpool bisa bangkit? Pasalnya, akhir pekan ini mereka harus berhadapan dengan pimpinan Liga Primer, Manchester United. Kalah lagi, posisi Benitez, akan kian genting.
“Pekan ini semuanya akan berubah positif. Saya yakin kami akan kembali menang. Setelah kami bermain bagus di satu atau dua pertandingan, semua orang kembali berpikir mungkin saya ada benarnya,” jawab Benitez.
Sumber foto Rafael Benitez | Foto 02
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
fajar
mantaap
October 22nd, 2009 at 9:46 am