You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: Piala FA: Kado Sempurna

(Foto: uefa.com)
Afsin Ghotbi, pelatih tim nasional Iran, dijamin semakin bangga melihat performa idolanya; Guus Hiddink. Pelatih anyar Team Melli–julukan Iran–mengaku akan mempraktekkan ilmu kepelatihan yang telah diterapkan meneer Hiddink ketika memoles tim-tim yang pernah ditanganinya.
Ghotbi mengungkapkan ada rahasia yang membuat Hiddink sukses. “Hiddink adalah pria yang pintar. Di atas semuanya ia menciptakan atmosfer yang indah di dalam tim. Apa yang telah saya pelajari darinya adalah membentuk atmosfer positif dan bekerja dengan sangat fokus dengan kewajiban yang kita miliki,” pujinya.
Ghotbi memang tak asal memuji. Hanya dalam jangka waktu kurang dari empat bulan, Hiddink meski gagal menyumbangkan gelar Liga Primer dan Liga Champions, mampu membawakan trofi Piala FA yang kelima ke Stamford Bridge.
Hiddink ditunjuk menggantikan Luiz Felipe Scolari pada pertengahan bulan Februari 2009. Ia memulai debutnya pada 21 Februari ketika menundukkan Aston Villa 1-0. Setelah itu, di 22 pertandingan total rekor Hiddink adalah 16 kali menang, lima kali seri dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan Hiddink didapatkan ketika bertemu Tottenham Hotspur di Liga Primer pada 21 Maret dengan skor 1-0.
Hiddink mengakhiri perjalanannya di Stamford Bridge dengan membawa pasukannya menang 2-1 dari Everton pada partai final di Stadion New Wembley, Sabtu (30/5) kemarin.
Sempat tertinggal lewat gol mantan penyerang Manchester United, Louis Saha di menit ke-1, skuad Roman Abramovich menyamakan kedudukan lewat tandukan striker Pantai Gading, Didier Drogba di menit ke-21, sebelum Frank Lampard yang menutup permainan dengan gol indah kaki kirinya pada menit ke-72.
Kemenangan ini seakan menjadi kado perpisahan yang sempurna bagi Hiddink. Lampard yang menjadi pahlawan kemenangan The Blues memberikan pujian kepada Hiddink. Menurutnya pelatih asal Belanda berusia 62 tahun itu jenius melihat rekornya yang hanya beberapa bulan menangani tim bisa memberikan gelar.
“Hiddink memberikan segalanya dengan sederhana. Ini juga yang berlaku kepada dirinya di dalam maupun di luar lapangan. Ia adalah pelatih yang fantastis. Musim depan kami berharap bisa bangkit dan merebut lebih banyak gelar,” puji Lampard.
Hiddink, yang setuju menjadi penasehat teknis bagi Chelsea musim depan, mengaku tak menyangka bisa menyumbangkan Piala FA bagi Chelsea dalam waktu yang singkat.
“Ini adalah prestasi terbesar dalam karier saya. Memenangkan gelar di Mekah (pusat) dari sepak bola dunia (Inggris),” bungahnya. “Piala FA adalah sesuatu yang tidak Anda duga bisa dapatkan.”
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
» Ancelotti Menuju Stamford Bridge ~ Blog Archive ~ Liga Inggris (Asia Blogging Network)
[…] (Chelsea),” kata kapten Jerman itu pada BBC setelah mengantar klubnya merebut Piala FA dengan menundukkan Everton 2-1 di Wembley, Sabtu (30/5) […]
May 31st, 2009 at 9:14 pm