You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: Drama Stamford Bridge

(Adrian Dennis/AFP/Getty Images)
Anda yang butuh bukti sepak bola adalah pertandingan yang menarik, menghibur, attraktif, dramatis, dan menegangkan maka pertandingan inilah jawabannya. Drama memang tersaji di Stamford Bridge, Rabu (15/4) dini hari. Chelsea selamat dari pertandingan paling dramatis dalam sejarah Liga Champions setelah bermain 4-4 melawan Liverpool pada leg kedua perempat final untuk lolos dengan aggregat 7-5.
Liverpool yang mengejar defisit 1-3 di leg pertama, memenuhi janjinya mencetak tiga gol ke gawang Chelsea, bahkan empat. Saat pertandingan tersisa sembilan menit, The Reds hanya tinggal mencetak satu gol lagi untuk mendepak Chelsea. Namun gol kedua Frank Lampard satu menit menjelang usai mengantar The Blues lolos ke semifinal menghadapi Barcelona yang menyingkirkan Bayern Muenchen dengan aggregat 5-1.
Bermain di kandang sendiri, Chelsea tampil percaya diri dengan keunggulannya. Namun mereka dibuat ketar-ketir dengan penampilan heroik pemain Liverpool. Liverpool yang membutuhkan setidaknya tiga gol untuk mengejar defisit, menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 berkat tendangan bebas Fabio Aurelio (menit ke-19) dan penalti Xabi Alonso (28). Dua gol ini membuat aggregat menjadi 3-3.
Manajer Chelsea, Guus Hiddink melakukan pergantian dengan memasukkan Nicolas Anelka menggantikan Salomon Kalou. Di menit ke-51, kiper Liverpool Pepe Reina membuat kesalahan. Ia gagal mengantisipasi crossing Anelka yang disodok Didier Drogba. Skor 1-2 (aggregat 4-3).
Enam menit berselang, skor menjadi 2-2 (5-3). Bek asal Brasil, Alex, melepaskan tendangan bebas spektakuler dari luar kotak penalti yang gagal dihadang Reina. Gol Frank Lampard di menit ke-76 sepertinya akan menjadi akhir pertandingan. Skor kini menjadi 3-2 (6-3) bagi Chelsea.
Namun menyerah tak ada dalam kamus Liverpool. Mereka hampir membuat episode epik lainnya seperti saat mengejar ketinggalan 0-3 dari AC Milan di Istanbul, Turki, sebelum menang adu penalti.
Sepakan Lucas Leiva (81) yang sempat mengenai badan Michael Essien membuka harapan The Reds. Skor 3-3 (6-4). Dan ketika Dirk Kuyt (83) menanduk bola umpan silang Alberto Reira, justru Chelsea yang terancam. Liverpool unggul 4-3 (6-5) dan hanya membutuhkan satu gol lagi untuk lolos dengan keunggulan gol tandang.
Jika mereka bisa mencetak satu gol lagi, maka Chelsea akan tersingkir. Tapi Lampard kembali mencetak gol (89) sekaligus mengakhiri drama menegangkan ini dengan skor 4-4 (7-5).

DATA DAN FAKTA
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
» Liverpool 4 Ars(shavin)enal 4 ~ Blog Archive ~ Liga Inggris (Asia Blogging Network)
[…] dalam satu pekan, Liverpool harus dua kali menjalani partai epik. Setelah berhasil memaksa Chelsea bermain seri 4-4 pada leg kedua perempat final Liga Champions, pekan lalu, kini Arsenal memaksa Liverpool bermain […]
April 23rd, 2009 at 8:38 pm