You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: Deja Vu Si Merah dan Si Biru

(Foto: uefa.com)
Deja vu menyelimuti pertemuan Liverpool dan Chelsea pada leg pertama babak perempat final Liga Champions, Kamis dini hari nanti. Inilah untuk keempat kalinya kedua tim bertemu di babak knock-out Liga Champions dalam lima musim terakhir. Atau, jika ditotal jumlah pertandingan, maka keduanya sudah bertemu delapan kali!
Ini dia rekamannya:
2004-2005 Semifinal

Bentrok pertama antara kedua tim barangkali yang paling seru. Chelsea lolos ke semifinal sebagai favorit berkat tangan dingin Jose Mourinho, sementara Liverpool–yang kemudian mengakhiri musim di peringkat lima Liga Primer–sama sekali tak diunggulkan.
The Blues memimpin grup mereka dan melewati hadangan Barcelona dan Bayern Munich sedangkan Liverpool butuh gol Steven Gerrard untuk menundukkan Olympiakos. Tak banyak yang menjagokan skuad Rafael Benitez itu meski The Reds menyingkirkan Juventus di babak delapan besar.
Leg pertama di Stamford Bridge berakhir 0-0 sehingga penentuan dilangsungkan di Anfield pada leg kedua. Hanya empat menit Luis Garcia, pemain yang menyingkirkan Juve, mencetak gol meski masih ada pertanyaan apakah bola sudah melewati garis gawang atau tidak. Liverpool melaju ke Istanbul dan menundukkan AC Milan.
2005-2006 Babak Grup

Meski Liverpool mengakhiri musim di peringkat kelima namun mereka tetap lolos dengan status juara bertahan. Khusus musim 2005-2006 ini ada lima wakil Liga Primer di Liga Champions. Liverpool dan Chelsea berada satu grup di Grup G.
Pertemuan pertama berlangsung di Anfield pada 28 September 2005. Dan tak mengejutkan jika hasil akhirnya imbang tanpa gol. Pertemuan kedua, 6 Desember, tak ada bedanya tetap tanpa gol. Namun hasil ini cukup meloloskan keduanya tanpa bisa dibendung Real Betis dan Anderlecht. Namun Liverpool kemudian disingkirkan Benfica dengan aggregat 3-0 sedangkan Barcelona–yang kemudian menjadi juara–mengungguli Chelsea.
2006-2007 Semifinal

Semifinal lainnya, pertemuan lainnya antara The Londoners dan The Mersey. Liverpool kembali dianggap sebagai rival berat di kancah Eropa sementara Chelsea–yang juara Liga Primer untuk kedua kalinya–masih butuh pembuktian di kompetisi antar klub.
Drama lagi-lagi terjadi. Gol Joe Cole memberikan Chelsea keunggulan di leg pertama. Namun Daniel Agger menyamakan skor di leg kedua, sehingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Kehebatan kiper Pepe Reina memenangkan Liverpool 4-1. Namun di final, kembali bertemu AC Milan, Liverpool kalah 1-2.
2007-2008 Semifinal

Setahun kemudian, hat-trik akhirnya terjadi. Mourinho tak lagi memimpin di Stamford Bridge, namun Avram Grant sanggup menjawab keraguan atas dirinya dengan meloloskan Chelsea melewati hadangan Olympiakos dan Fenerbahce untuk lolos ke empat besar. Liverpool, memantapkan status mereka dengan menundukkan Inter Milan dan Arsenal.
Kali ini leg pertama berlangsung di Anfield. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol Dirk Kuyt setelah kerja sama apik Xabi Alonso dan Javier Mascherano. Namun gol bunuh diri John Arne Riise di menit ke-94 membuat pertandingan berakhir imbang.
Pertarungan kedua di London, Didier Drogba mengantar Chelsea unggul di babak pertama yang dibalas Fernando Torres. Pertandingan kembali harus melalui extra time, tapi kali ini ada gol tercipta. Penalti Frank Lampard ditambah gol kedua Drogba membuat Chelsea unggul. Meski sempat dibalas Ryan Babel namun tak cukup bagi The Reds untuk mengejar.
Chelsea untuk pertama kalinya lolos ke final, tapi mereka kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United di Moskow.
Foto 1 | Foto 2 | Foto 3 | Foto 4 | Foto 5
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.