You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: EPL = Klub Pemodal Asing

Masuknya Abu Dhabi United Group for Development and Investment (ADUG) ke Manchester City semakin menebalkan aroma pemodal asing di English Premier League (EPL) alias Liga Primer Inggris. City sendiri sebelumnya sudah dimiliki mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.
Sebelumnya sudah ada Mancheste United, Chelsea, dan Liverpool. Total, kini ada delapan tim–dari 20 tim EPL–yang dimiliki asing. Siapa saja mereka?
Pengusaha asal Amerika Serikat, Randy Lerner, membeli Aston Villa pada September lalu seharga 62.6 juta pound dan mengusai 90% saham klub kota Birmingham tersebut. Pemilik klub American Football, Cleveland Browns, ini kemudian menjadi presiden klub Villa menggantikan Doug Ellis yang sudah berkuasa 38 tahun.
Pada Juli 2003, pebisnis Rusia Roman Abramovich setuju membeli perusahaan pemilik Chelsea seharga 60 juta pound. Abramovich sudah menghabiskan dana besar sejak 2003 dengan membeli pemain baru. Di bawah Jose Mourinho, yang kini pindah ke Inter Milan, Chelsea memenangkan dua gelar EPL.
Pada 1997, pengusaha Inggris kelahiran Mesir, Mohamed Al Fayed, pemilik departemen store terkenal di London Harrods, menyuntikkan dana 30 juta pound di Fulham. Ia kemudian menjadi presiden setelah menambah saham. Masuknya Al Fayed, Fulham langsung merenovasi Stadion Craven Cottage yang terletak di pingiran sugai Thames di barat kota London senilai 7.5 juta pound. Hasilnya, kini mereka bertahan di Divisi Utama sejak 2001.
Juara Eropa 2005 ini mencari penyandang dana baru untuk membangun kembali kejayaannya. Pada 2006 mereka mencapai kesepakatan dengn pebisnis Amerika Serikat, George Gillett dan Tom Hicks, dengan nilai 174 juta pound. The Reds, juara 18 kali EPL, sebelumnya melakukan pembicaraan dengan Dubai International Capital (DIC), namun batal sampai akhirnya duo Amerika ini yang menang.
Pada Juli 2007, mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dipuja sebagai penyelamat City setelah membeli klub itu 81 juta pound. Kevin Keegan dan Sven-Goran Eriksson didatangkan untuk mengangkat prestasi klub tapi gagal. Kini Mark Hughes ditunjuk sebagai manajer baru pada 4 Juni lalu. Hanya setahun, City berpindah tangan. The Citizen dibeli Abu Dhabi United Group for Development and Investment (ADUG) dan siap menggeser Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool dari tahta EPL.
Pada Agustus 2005, suporter MU dikejutkan dengan masuknya Malcolm Glazer. Pengusaha Amerika Serikat itu menyuntikkan dana 790 juta pound dan menggunakan partai kandang untuk tampil bersama anaknya Joel, Avi dan Bryan. Ia disebut memiliki 75% saham di Old Tarfford dan berkuasa penuh setelah dua tahun.
Alexandre Gaydamak menguasai Portsmouth pada Juli 2006 setelah membeli sisa saham dari Milan Mandaric. Kabarnya, Mandaric menjual sahamnya pada Gaydamak, kelahiran Rusia namun berkewarganegaraan Prancis, senilai 32 juta pound. Sebelumnya, Gaydamak memiliki 50% saham yang bernilai 15 juta pound.
Pada November 2006, West Ham United setuju melepas klub seharga 85 juta pound kepada konsorsium yang dipimpin Presiden Asosiasi Sepak Bola Islandia dan anggota UEFA, Eggert Magnusson. Ia menggantikan Terry Brown sebagai presiden West Ham dan langsung memecat Alan Pardew, digantikan Alan Curbishley.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.