← Kembali ke halaman depan

Kasta di Liga Primer Inggris

Alex Livesey (Getty Images)

Fulham juara English Premier League? Nggak mungkin. Atau Middlesbrough? Ah, jauuuhhh…

Bagaimana dengan Manchester City? Bisa jadi. Kalau Everton? Bisa juga.

Kenapa bisa demikian? Karena tim-tim EPL sudah punya kasta.

Musim ini persaingan menjadi yang terbaik memang ketat. Status juara bahkan harus ditentukan hinggap pekan terakhir. Manchester United dan Chelsea berebut mahkota pemenang sementara Arsenal dan Liverpool mengintip dibawahnya. Apakah ini akan terulang musim depan?

Jika kita lihat klasemen akhir EPL musim ini, kita sebenarnya bisa melihat bahwa tim-tim Inggris sudah punya grup sendiri-sendiri. Memang EPL diikuti 20 tim, tapi mereka sebenarnnya terbagi dalam tiga kelompok.

Seperti penumpang kereta api dan pemilik kartu kredit, kelompok pertama adalah; Platinum Club. Penghuninya kuartet Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Liverpool.

Statistik musim ini diantara mereka sangat ketat. MU (nilai 87), Chelsea (85), Arsenal (83), dan Liverpool (76). Jarak antara Liverpool dengan Everton yang berada di posisi lima? 11 poin!

Tengok saja koleksi gelar juara EPL keempatnya. Liverpool (18 kali), MU (17), dan Arsenal (13). Chelsea memang baru 3 kali, tapi dukungan dana luar biasa dari triliuner Rusia Roman Abramovich akan tetap mempertahankan The Blues di posisi empat besar.

Penyebabnya? kemampuan finansial. Keempatnya menempati posisi teratas, mendapat uang banyak, membeli pemain bintang, menang lagi, posisi puncak lagi, uang banyak lagi, dst dst dst dst.

Dominasi mereka juga terlihat di Liga Champions. Tiga tim–MU, Chelsea, dan Liverpool–lolos ke semifinal. Bahkan Inggris selalu menempatkan wakilnya di final dalam empat musim terakhir.

Situasi yang sama sebenarnya juga terjadi di liga-liga besar Eropa lainnya. Real Madrid mempertahankan gelar juara Primera Liga Spanyol), Inter Milan merebut scudetto Seri A Italia selama tiga musim terakhir. Demikian juga dengan FC Porto di Liga Portugal. PSV Eindhoven belum tergoyahkan sebagai juara Eridivisie Belanda. Bahkan yang lebih fenomenal Olympique Lyon, tujuh musim terakhir sebagai jawara Ligue 1 Prancis.

Prestasi sebagai juara–plus tiket ke Liga Champions–makin membuat tim-tim ini makin menjauh dari kejaran saingannya.

Okelah, kita kembali bicara soal kelompok di EPL.

Kelompok kedua–Business Class Lounge–ada delapan tim. Nama seperti Everton, Aston Villa, Blackburn Rovers, Portsmouth, Manchester City, West Ham United, Tottenham Hotspur, dan Newcastle United bisa disebut di kelompok ini.

Barangkali hanya Everton yang “nyaris” menerobos kelompok empat besar. Tapi tetap saja gagal. Lainnya? Kurang konsisten sehingga wajar jika kelompok ini hanya mendapat jatah di Piala UEFA.

Kelompok terakhir, Kelas Ekonomi. Siapa saja? Ada Wigan Athletic, Middlesbrough, Sunderland, Bolton Wanderers, Fulham, dan satu Reading, Birmingham City, dan Derby (Tiga nama terakhir terdegradasi ke Divisi Championship).

Penggantinya West Brom Albion dan Stoke City dan Hull City. Target kelompok ini? “Hanya” bertahan di divisi utama.

Akankah ada perubahan kelompok musim depan? Sepertinya tidak.

Sumber foto | Sumber bagan

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Advertisement

<!-- ch_client = "budip"; ch_width = 160; ch_height = 600; ch_non_contextual = 1; ch_default_category = "81"; var ch_queries = new Array( ); var ch_selected=Math.floor((Math.random()*ch_queries.length)); if ( ch_selected

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)