← Kembali ke halaman depan

Perang Bubat

Alexander Nemenov (AFP/Getty Images)

Laga akbar itu akan berlangsung Rabu malam ini.

Dua klub asal Inggris, Manchester United dan Chelsea, akan bentrok pada babak final Liga Champions di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia.

Akankah jadi partai anti klimaks ataukah tetap berujung dramatis?

Publik Inggris banyak yang memprediksikan kedua tim bakal bermain hati-hati. Maklum partai bergengsi ini punya nilai penting bagi keduanya.

Okelah, tapi rasanya terlalu naif menyebut partai ini akan jadi partai membosankan. Buktinya, kedua kubu sudah saling melempar kata-kata jauh sebelum laga ini digelar. Perang kata-kata yang akan berlanjut dilapangan.

MU jelas lebih unggul dari sisi psikologis. The Red Devils memenangkan perebutan gelar juara English Premier League yang sengit dari Chelsea.

“Kami adalah tim yang lebih baik dan keberhasilan kami akan memberi beban psikologis bagi mereka,” kata striker Carlos Tevez.

Tapi ingat, ini adalah final Liga Champions–kompetisi nomor wahid di ranah Eropa–bukan EPL. Chelsea jelas punya motivasi lebih untuk membalas kegagalan timnya.

“Kami mampu menunjukan konsistensi tampilan sepanjang musim ini,” kata gelandang asal Jerman, Michael Ballack.

Seru, itu yang jelas untuk menggambarkan pertemuan keduan tim. MU adalah tim dengan tipe menyerang yang haus akan gol. Total mereka melesakkan 109 gol di semua kompetisi musim ini.

Trio Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan Carlos Tevez menyumbangkan 57 dari 80 gol MU di EPL. Atau 78 di semua kompetisi.

Belum lagi Ryan Giggs atau Paul Scholes yang mencetak gol dari jarak 25 meter ketika mengalahkan Barcelona di semifinal.

Di kubu Chelsea, Frank Lampard menjadi jagoan dengan 19 gol disusul Didier Drogba dengan 15 gol. Tapi jangan anggap remeh gelandang-gelandang The Blues.

Joe Cole dan Michael Ballack bakal merobek gawang MU jika dibiarkan bebas berkeliaran. Ballack membuktikannya ketika memborong gol kemenangan Chelsea 2-1 atas MU, 26 April lalu.

Bagaimana dengan pertahanan? Di EPL, MU juga jadi tim yang paling sedikit kemasukan 22 gol sementara Chelsea 26 gol.

Tapi sekali lagi, ini bukan EPL, tapi final Liga Champions. Satu pertandingan, 90 menit, dengan hanya satu juara.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Advertisement

<!-- ch_client = "budip"; ch_width = 160; ch_height = 600; ch_non_contextual = 1; ch_default_category = "81"; var ch_queries = new Array( ); var ch_selected=Math.floor((Math.random()*ch_queries.length)); if ( ch_selected

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)