You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: 1 Pekan, 2 Derby

Dua derby sekaligus berlangsung di English Premier League pekan ini.
Pertama, Derby Inggris antara Manchester United dan Liverpool di Old Trafford. Lalu ada Derby London yang tak kalah panas antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge.
Hebatnya keempat tim adalah penghuni peringkat 1 sampai 4 di klasemen dan perempatfinalis Liga Champions.
MU memimpin klasemen dengan nilai 70, diikuti Arsenal (67), Chelsea (65) dan Liverpool (59).
Siapa pemilik tiga angka?
Manchester United Vs Liverpool
Inilah dua tim paling sukses di EPL. Sejak EPL digelar tahun 1889 rivalitas kedua tim sudah terjadi. Dilihat dari koleksi gelar, MU sudah 16 kali menjadi jawara sedangkan Liverpool dua kali lebih baik, 18 kali.
Okelah itu soal gelar. Kita bicara soal pertandingan Minggu malam di Stadion Old Trafford, markas MU.
Tuan rumah mencatat empat kemenangan di empat laga terakhir, termasuk 2-0 atas Bolton di pertengahan pekan. Hasil ini membuat jarak MU dan Arsenal kini memuai menjadi tiga angka.
Tapi keunggulan tiga angka belumlah apa-apa. Setidaknya itulah pendapat manajer MU Sir Alex Ferguson yang sudah malang melintang lebih dari 20 tahun di EPL.
“Hanya tim yang konsisten di delapan partai terakhirlah yang bisa meraih hasil,” kata Ferguson yang meraih sembilan gelar EPL bersama MU.
Pentingnya laga melawan Liverpool membuat Ferguson menyiapkan betul pertemuan kali ini. Striker Wayne Rooney, gelandang Paul Scholes, dan duo bek Wes Brown dan Patrice Evra tak bermain penuh ketika melawan Bolton. Artinya mereka fresh dan siap main habis-habisan menjamu tamunya.
Catatan penting perlu diberikan pada Cristiano Ronaldo. Winger MU ini lagi on-fire. Dua gol yang diborongnya ke gawang Bolton membuat ia menjadi top skorer sementara EPL dengan mengemas 24 gol.
Ketajaman Ronaldo tak membuat pelatih Liverpool Rafael Benitez khawatir 100%. “MU masih punya pemain lain yang juga tak kalah berbahaya,” katanya.
Bagi Liverpool sendiri, kemenangan di Old Trafford punya dua arti penting. Pertama, tetap membuka peluang mereka bersaing memperebutkan gelar. Kedua, menjauhkan diri dari kejaran Everton dalam perebutan posisi keempat.
Laga ini sekaligus usaha membalas kekalahan pada pertemuan pertama Desember lalu di Anfield yang dimenangkan MU 1-0.
Dan satu lagi, menghadapi MU selalu jadi PR (pekerjaan rumah) buat Benitez. Sejak tahun 2004, rekor head-to-head The Reds dan Benitez, memang tak pernah bagus. Mereka belum pernah menang dari MU. “Sungguh membuat frustrasi karena tiap pertandingan kami punya peluang menang,” katanya.
Jika MU punya Ronaldo, maka Liverpool punya Fernando “El Nino” Torres. Striker Spanyol berusia 23 tahun itu sudah mengemas 27 gol di semua kompetisi, 20 diantaranya di EPL.
Jadi partai kali ini tak hanya soal menang, tapi juga prestise, pemenuhan target, dan adu ketajaman.
Banyak orang yang tak menghitung Chelsea sebagai kandidat juara musim ini. Apalagi kalau bukan hengkangnya The Special One Jose Mourinho dan digantikan Avram Grant.
Tapi ternyata The Blues tampil super konsisten dan terus membayangi dua pimpinan teratas klasemen EPL. Jika ada yang tergelincir, bukan tak mungkin Chelsea justru menyalip.
Apalagi kini konsentrasi mereka sudah berpusat pada Liga Champions dan EPL. Niatan juara di Piala Carling dikandaskan Tottenham Hotspur sementara di Piala FA langkah mereka dihentikan The Giant Killer, Barnsley.
Nah, di EPL, Chelsea tak pernah kalah di 13 pertandingan sejak terakhir kali takluk di tangan Manchester City 1-0 bulan Desember lalu.
Meski ada seikit ganjalan pada pertengahan pekan setelah mereka gagal memetik angka penuh ketika bertemu Tottenham. Unggul 1-0, 3-1 dan 4-3 harus berakhir dengan skor 4-4.
Jika bicara soal laga di Stamford Bridge kali ini maka kita harus bicara soal keperkasaan Chelsea di markas kebesaraanya tersebut. Belum ada satupun tim yang sanggup mengalahkan musim ini. Rekor 9 kali menang dan 5 imbang merupakan catatan Chelsea di Stamford Bridge musim ini.
Bahkan kalau ditarik jauh lagi ke belakang, maka Chelsea tak pernah kalah di kandang sejak empat tahun lalu.
Bagaimana dengan Arsenal? Cuma satu kata menggambarkan penampilan mereka belakangan; sedikit melambat.
Selalu imbang di empat laga terakhir membuat pusing manajer Arsene Wenger. Padahal sebelumnya mereka begitu digadang-gadangkan bakal melaju sendirian di puncak klasemen. Mereka juga dipuji habis-habisan setelah merontokkan juara bertahan Liga Champions AC Milan.
Pada pertemuan pertama musim ini dengan Chelsea, The Gunners memenangkannya. Kala itu, di Emirates Stadium, sebelum Natal Desember lalu, Arsenal menang lewat sundulan mantan bek Chelsea yang kini menjadi kapten mereka, William Gallas.
Tapi jika bicara tandang Stamford Bridge lain lagi. Rekor pertemuan adalah milik sang tuan rumah. Terakhir Arsenal bisa menang di Stamford Bridge adalah pada Februari 2004.
Lalu apa kata Wenger soal pertandingan ini? “Mungkin lebih baik jika kami tak terlalu memberi beban berlebihan kepada diri sendiri. Kami akan menunjukkan bagaimana bagusnya kami jika melawan tim yang kuat,” katanya.
Kemenangan bagi Chelsea berarti menggeser Arsenal sekaligus membuka peluang–siapa tahu–juara musim ini. Kekalahan bagi Arsenal berarti bye-bye gelar.
Foto Ronaldo | Foto Torres | Foto Lampard | Foto Adebayor
LIGA INGGRIS Jadwal Sabtu (22/3): Tottenham Hotspur Vs Portsmouth Aston Villa Vs Sunderland Blackburn Rovers Vs Wigan Athletic Bolton Wanderers Vs Manchester City Middlesbrough Vs Derby County Newcastle United Vs Fulham Reading Vs Birmingham City Everton Vs West Ham United
Jadwal Minggu (23/3): Manchester United Vs Liverpool Chelsea Vs Arsenal
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
iyued
kurang update berita2 tentang seputar liga inggris
September 5th, 2008 at 3:16 pm