You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: Kebolak-balik Inggris

Empat tim Inggris berlaga ke babak 16 besar Liga Champions, Rabu dan Kamis dini hari.
Hasilnya? Kebolak-balik.
Liverpool yang semula diperkirakan bakal ketereran menghadapi Inter Milan justru menjadi satu-satunya tim yang memetik kemenangan. The Reds secara meyakinkan mengalahkan pimpinan Seri A Italia itu 2-0.
Arsenal yang harus bertemu juara bertahan AC Milan peluangnya memang 50:50. Dan keduanya menghakhiri pertandingan di Emirates Stadion dengan angka sama kuat 0-0.
Nah, Manchester United dan Chelsea yang diperkirakan bakal menang mudah, justru gagal. MU ditahan Lille 1-1 dan Chelsea ditahan Olympiakos 0-0.
Paul Ellis (AFP/Getty Images)
Ternyata ada alasan Rafael Benitez bersikeras bertahan sebagai pelatih Liverpool.
Setelah dipermalukan Barnsley di Piala FA, akhir pekan lalu, Liverpool diperkirakan bakal dipermainkan tamunya Internazionale Milan pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Tapi hasilnya, 180 derajat terbalik! Liverpool justru menekuk pimpinan Seri A Italia itu dua gol tanpa balas melalui gol Dirk Kuyt dan Steven Gerrard.
“Ini adalah buah kesabaran kami,” kata pelatih Liverpool, Rafael Benitez.
Okelah, pertandingan sepertinya berat sebelah karena Inter harus bermain dengan sepuluh pemain. Marco Materazzi mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Fernando Torres di menit ke-30.
Unggul pemain membuat Liverpool membombardir pertahanan Nerazzurri. Tapi selalu gagal.
Kuyt akhirnya memecahkan telur di menit ke-85. Mendapat umpan silang Jermaine Pennant dari di sisi kiri pertahanan, tendangan striker Belanda itu membentur tanah sehingga mengecoh kiper Julio Cesar.
Gerrard melengkapi kemenangan The Reds menit ke-90 melalui tendangan silang yang akurat. Kemenangan ini semakin berarti karena merupakan kemenangan yang ke-100 bagi The Reds di kancah Eropa.
“Setelah kalah di FA, Liverpool pasti bangkit. Tapi gol Gerrard membunuh kami. Kini kami harus bisa menang di leg kedua,” kata pelatih Inter Roberto Mancini.
Carl de Souza (AFP)
Pertandingan membosankan ditampilkan Olympiakos Piraeus dan Chelsea di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu dini hari.
Laga di Karaiskakis Stadium, Athena, ini minim kreasi, tak banyak peluang, sehingga berakhir tanpa gol. Meski seri Chelsea diuntungkan karena leg kedua akan berlangsung di Stamford Bridge.
Pelatih Chelsea Avram Grant menyebut anak asuhnya ompong dan tak bergigi. Meski memainkan Michael Essien, Michael Ballack, Florent Malouda, Joe Cole dan Dider Drogba sejak awal tapi tak banyak peluang yang dihasilkan Chelsea.
Malah gawang mereka hampir kebobolan di menit ke-30 melalui sundulan Vassilis Torosidis. Kapten Predrag Djordjevic juga sempat membuat kubu The Blues sport jantung menit ke-57, beruntung tendangannya masih bisa ditepis kiper Petr Cech.
“Secara keseluruhan hasil imbang ini cukup bagus. Tapi penampilan kami mengecewakan karena hanya punya dua peluang,” ata Grant.
Peluang Chelsea didapatkan Florent Malouda sayang tendangannya membentur mistar gawang dmenit ke-71. Penggantinya, Salomon Kalou, juga gagal mencetak gol meski kiper Antonis Nikopolidis sudah salah langkah.
Pelatih Olympiakos Takis Lemonis tetap yakin anak asuhnya bisa menang di leg kedua. “Tandang ke London bukan masalah. Kami ingin menang,” katanya.

Beruntung Manchester United punya Carlos Tevez. Penyerang Argentina ini menyelamatkan MU dari kekalahan di kandang Olympique Lyonnais. Bermain di Stadion Gerland di Lyon, MU harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Laga kedua tim memang berjalan imbang. MU mendapat peluang lebih dulu di menit ke-25 sayang Wayne Rooney yang tinggal berhadapan dengan kiper Gregory Coupet gagal melesakkan bola. Peluang Lyon, yang didapatkan Juninho dan Karim Benzema, juga gagal membuahkan hasil.
Tapi di babak kedua, Lyon berhasil mencuri gol di menit ke-54. Benzema, yang diminati MU, mendapat umpan pendek dari Jeremy Toulalan. Meski berada di tengah-tengah barisan pertahanan MU, pemain 20 tahun itu sanggup menggetarkan gawang Edwin van der Saar.
Di menit ke-65, pelatih MU, Sir Alex Ferguson, mengganti Ryan Giggs dengan Nani dan Paul Scholes dengan Carlos Tevez. Keduanyalah yang menjadi inspirator terciptanya gol balasan MU.
Umpan Nani yang gagal dihalau bek Lyon, berhasil dimanfaatkan Tevez. 1-1.
“Hasil seri ini sudah cukup karena kami punya modal,” kata Sir Alex Ferguson. MU kini hanya butuh hasil imbang 0-0 saat menjamu Lyon di Old Trafford dua pekan lagi untuk lolos ke babak delapan besar.
Andrew Yates (AFP)
“Gugup!” Itulah kata pelatih Arsenal mengomentar hasil tanpa gol anak asuhnya dengan AC Milan di Emirates Stadium, Kamis dini hari.
Alhasil, Arsenal harus menghadapi partai berat saat tandang ke San Siro, dua pekan depan. The Gunners harus menang atau setidaknya seri 1-1.
Tuan rumah boleh dibilang tak mendapat naungan dewi keberuntungan.
Arsenal tampil agresif sejak kick-off. Milan sendiri lebih banyak bertahan.
Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Arsenal lewat Cesc Fabregas, Mathieu Flamini, Emmauel Adebayor terbentur ketangguhan kiper Zeljko Kalac. Belum gawang juga menjadi musuh Arsenal dalam laga itu.
Adebayor memiliki peluang emas mencetak gol di menit-menit terakhir. Sayang, bola sundulannya ke arah gawang yang sudah tak terkawal Kalac itu hanya membentur mistar gawang.
Milan tak banyak memiliki peluang. Skuad Carlo Ancelotti itu mencoba menerobos pertahanan Arsenal lewat Alexandre Pato dan Kaka, tapi gagal membuahkan hasil.
“Dengan pengalaman dan jam terbang mereka, hasil 0-0 bukanlah hasil yang buruk,” kata Wenger.
Foto Kuyt | Foto Drogba | Foto Tevez | Foto Adebayor | Jadwal
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.