You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: Benvenuto Don Fabio
Giuseppe Aresu (AP)
“Inilah mimpi yang jadi kenyataan!” kata Fabio Capello saat konferensi pers pertamanya sebagai manajer tim nasional Inggris.
Ditunjuknya Capello sontak menimbulkan kontroversi. Sebagian setuju, sebagian lagi tidak.
Tepatkah penunjukan Don Fabio?
Sejujurnya inilah kabar terbaik yang didapatkan The Three Lions dalam satu dekade terakhir.
Seperti Sven-Goran Erikkson enam tahun lalu, penerimaaan beragam juga didapatkan Capello.
Bagi sebagian orang, yang tidak setuju karena lebih memilih pelatih asli asal Inggris, menyebut sebuah hal yang ironis Inggris ditangani orang Italia.
Meski faktanya tak ada pelatih asli yang mampu berprestasi sejak Alf Ramsy yang memberika juara dunia 1966. Setelah itu prestasi Inggris melempem. Merek tak pernah lagi masuk final, di kejuaraan manapun.
Harapan besar memang dibebankan pada Capello, 61 tahun. Ketika Eriksson tiba tahun 2001, pelatih Swedia itu diharapkan bisa memberikan trofi. Tapi prestasinya tak lebih dari perempat final Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Euro 2004.
Penggantinya, Steve McLaren lebih parah lagi, dipecat lantaran gagal meloloskan Inggris ke Euro 2008.
Bagi yang mendukung, tentu saja lantaran track record Capello yang ciamik, bahkan lebih baik dari Eriksson.
Don Fabio memenangkan 14 gelar bersama AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid.
Kelebihan Capello adalah ia dikenal sebagai pelatih keras, disiplin, tak mau kompromi, dan tak perduli dengan status pemain bintang. Inilah yang pernah dirasakan David Beckham ketika di Madrid.
Satu hal yang perlu diingat Capello adalah media. Di Inggris media tak hanya sebagai pemberita olahraga tapi juga mempengaruhi (pembuat) keputusan.
Kirsty Wigglesworth (AP)
Tengok bagaimana kehidupan pribadi Bobby Robson (1982-90) di blow-up habis-habisan. Graham Taylor (1990-93) dicecar lantaran gagal di Euro 1992 dan tak lolos ke Piala Dunia 1994.
Semua berlanjut pada Terry Venables (1994-96), Glenn Hoddle (1996-99), Kevin Keegan (1999-2000), dan Eriksson (2001-06).
Berita soal McLaren (2006-07) ketika kalah dari Kroasia di pertandingan terakhir lebih parah lagi. Foto McLaren dengan payung merah di Wembley ditulis Daily Mail; “Ia akan pergi dalam beberapa jam.”
Dan kurang dari 24 jam kemudian McLaren dipecat!
Nah, bagaimana dengan Don Fabio? Kita tunggu debutnya saat menghadapi Swiss, 6 Feruari mendatang.
“Benvenuto in Inghilterra Don Fabio, selamat datang di Inggris!”
Sumber foto 1 | Foto 2 | Wawancara 1 | Wawancara 2 | Wawancara 3
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.