You're here: My Sport Blogging » Liga Inggris » Article: Perginya The Special One
Carl De Souza (AFP)
Sebuah pesan pendek pukul 01.45 Kamis dini hari membuat Frank Lampard bak tersambar petir. Sms itu datang dari Jose Mourinho. Isinya, “It’s all over!”
Ya, Mourinho akhirnya lengser dari jabatannya sebagai pelatih Chelsea yang ditukanginya sejak tiga tahun terakhir. Hasil imbang 1-1 dengan Rosenborg di Liga Champions menjaditugas terakhir Mourinho.
Kepergian Mourinho, 44 tahun, tak hanya menggemparkan Chelsea tapi Liga Primer Inggris.
Manajer asal Portugal itu telah membuka cakrawala baru buat Chelsea, sejak ia pindah dari klub Porto ke klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge, London, itu pada Juni 2004.
Apa sebenarnya latar belakang hengkangnya Mourinho. Apa benar karena ia tak cocok lagi di Stamford Bridge atau dipecat?
Ada yang menyebut Mourinho cabut lantaran bersitegang dengan sang kapten John Terry. Mourinho kecewa dengan melorotnya penampilan Terry. Tapi kabar ini dibantah. “Dia pelatih terbaik saya,” kata Terry.
Roman Abramovich (kiri), Direktur Eksekutif Chelsea Peter Kenyon (kanan) dan Jose Mourinho
Tapi fakta yang lebih dekat adalah persiteruannya dengan Roman Abramovich. Hubungan Mourinho tak lagi harmonis dengan taipan asal Rusia yang selalu menginginkan kemenangan di setiap pertandingan Chelsea.
Yang harus diakui, selama tiga tahun berkiprah di Liga Primer, Mourinho memberikan warna sendiri bagi kompetisi di negara Ratu Elizabeth II tersebut.
Meski kerap melontarkan pernyataan kontroversial dan persiteruan dengan Sir Alex Ferguson (Manchester United), Rafael Benitez (Liverpool) dan Arsene Wenger (Arsenal), tapi Mourinho tetap dihormati ketiga rivalnya itu.
Hanya dalam tiga musim, Mourinho mengakhiri penantian Chelsea menjadi jawara Liga Primer selama 50 tahun. Tak salah jika ia kemudian dijuluki The Special One.
Ia memberikan Chelsea gelar juara musim kompetisi 2004/2005 dan mempertahankan gelar musim berikutnya. Ia pun mengantarkan Chelsea memenangi Piala FA musim lalu serta Piala Liga Inggris 2004/2005 dan 2006/2007.
Charley Gallay (Getty Images)
Untuk sementara Chelsea menunjuk direktur olahraganya Avram Grant sebagai pengganti. Beberapa nama lain juga sudah muncul. Gianfranco ZOla, Didier Deschamp, Guus Hiddink, Marcello Lippi, Fabio Capello, Juergen Klinsman dan Juade Ramos.
Kini Si Istimewa itu sudah pergi. Apakah Chelsea dan Stamford Bridge akan tetap sama? Sepertinya tidak akan pernah!
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
Fergie: Saya Suka Jose — Liga Inggris
[…] Jose Mourinho sebagai pelatih Chelsea ternyata disesalkan manajer Manchester United Sir Alex […]
September 22nd, 2007 at 4:33 am
Wahyu
Hiks, hiks, hiks, Saya sedih banget kalau Jose Mourinho harus meninggalkan Chelsea di awal Liga Inggris. Padahal, Jose Mourinho is the best coach for Chelsea!
September 23rd, 2007 at 12:46 pm
rossi
aduh, sedih bgt y…..ternyata papa Mourin hengkang dr chelsea. Apakah akan sama chelsea sepeninggal The special one????????I don’t think so……
September 27th, 2007 at 7:41 pm
raju
Avram Grant saat ini memang ditunjuk jd pelatih… seterusnya? i dont think so… setidaknya sdh ada nama Marco van Basten, Guus Hiddink, Fabio Capello, Marcello Lippi, Didier Deschamp yang masuk bursa… kita tunggu saja.
September 28th, 2007 at 2:42 pm