You're here: My Sport Blogging » Sepakbola Indonesia » Article: Memalukan!
Supri (Reuters)
Di tengah pertandingan Arab Saudi dan Korea Selatan lampu di Stadion Gelora Bung Karno tiba-tiba mati. Sungguh memalukan!
Meski hanya 20 menit, tapi kondisi ini jelas akan menjadi catatan negatif bagi penyelanggara. Saya pikir juga untuk citra dan nama baik Indonesia keseluruhan.
Padahal stadion kebanggan Indonesia yang dibuka sejak tahun 1962 itu baru saja direnovasi dengan nilai US$ 12,5 juta atau sekitar Rp 111,962 miliar
Jangan-jangan kejadian memalukan ini membuat Indonesia bakal lama lagi dipercaya sebagai tuan rumah. :(
Byar pyeeeett!!!
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 11 komentar untuk artikel ini.
Jhejhe Tahapary
kebetulan saya bekerja di salah satu produsen lampu yang menspesialisasaikan diri pada bidang olah raga dan menurut pendapat saya pengerjaan elektrikal maupun lampu di stadion stadion kita khususnya di stadion yang kita banggakan (GBK) belum sesuai dengan standard elektrikal, lampu maupun keamanan yang ada baik tingkat nasional maupun internasional
July 12th, 2007 at 1:56 pm
Tanto
Kalau sampe 20 menit, itu namanya gak ada contingency plan. Gak heran, anything can go wrong, dan di Indonesia, anything that can go wrong will go wrong. Kagak becus ngurusin dan ngelola stadion. Kasi ke Tukul Arowana yang katrok ndeso mungkin bisa lebih beres ngurusin stadion !!!
July 12th, 2007 at 2:54 pm
raju
Pihak pengelola GBK mengaku kalau padamnya lampu kemarin itu krn penggunaan yg overload.
Duh alasan aja. Overload kek, nggak kek, seharusnya pengelola tahu kalau ada pertandingan–apalagi skalanya internasional spt Piala Asia–mati lampu adalah haram!
July 12th, 2007 at 10:55 pm
GBK Janji Nggak Padam Lagi — Sepakbola Indonesia
[…] Stadion Gelora Bung Karno (GBK) berjanji takkan lagi ada mati lampu pada pertandingan Piala Asia […]
July 12th, 2007 at 11:59 pm
Thomas Arie
Eh, kalau penyebab memang overload, ini sebenernya bisa jadi sebuah “alasan yang diterima” gak sih? Maksud saya, apakah overload ini sebuah alasan yang manusiawi?
Kalau menurut saya, kok ya lucu bin ajaib sekali kalau alasan adalah overload dalam hal pasokan daya. Atau apakah memang Indonesia ini sedang “teramat sangat benar-benar” krisis listrik?
July 13th, 2007 at 7:32 am
yuda
malu-maluin aja!!!
July 14th, 2007 at 3:24 pm
Fans Garuda
Yang Bener aja Oom…. kok bisa mati lampu sihh…!!?? belum bayar kali ke PLN :D …… tapi di waktu Brasil Vs uruguay juga lampu stadionnya mati.. tapi cuma di satu sudut…. kalo di indo bisa mati total..Aneh….:-? !@#$%^& belajar listrik aja lagi Electrikal nya tuh ….. MEMALUKA …!!!!!
July 14th, 2007 at 7:26 pm
pavel yogi
namanya juga pln ( perusahaan lilin negara )
aaaaaaaaaaaaaaaa
zzzzzzzzzzzzzzzz
July 15th, 2007 at 2:25 pm
akutha_ms
…jadi salah siapah??
July 15th, 2007 at 11:40 pm
david-fery
he koen sopo aku gak ngorors
November 15th, 2007 at 12:05 pm
andie
mungkin aja di sengaja biar arab saudi dan korea mau menyumbang negara indonesia biar lebih maju key!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
July 25th, 2008 at 1:16 pm